Pertandingan perebutan tempat ketiga dalam turnamen Piala Dunia sering kali dipandang sebelah mata dan dianggap tidak terlalu penting oleh sebagian pihak. Banyak pelatih dan pemain yang merasa enggan melakoni laga ini setelah menelan kekalahan menyakitkan pada babak semifinal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendati demikian, FIFA tetap bersikeras mempertahankan pertandingan tersebut dalam rangkaian resmi Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil karena laga perebutan medali perunggu tersebut terbukti membawa nilai yang sangat besar, baik dari sudut pandang olahraga maupun keuntungan ekonomi.
Faktor komersial menjadi salah satu alasan paling utama mengapa laga ini tidak dihapus dari jadwal. Setiap pertandingan tambahan dalam turnamen sebesar Piala Dunia dipastikan bakal mendatangkan pemasukan melimpah dari sektor penjualan tiket stadion, hak siar televisi global, hingga kesepakatan sponsor baru.
Tidak hanya menguntungkan bagi penyelenggara, laga ini juga mendatangkan dampak positif bagi roda perekonomian kota yang menjadi tuan rumah. Sektor pariwisata, perhotelan, hingga pelaku usaha lokal akan kecipratan untung dari kedatangan para suporter yang ingin menyaksikan pertandingan tersebut.
Selain urusan bisnis, laga perebutan posisi ketiga ini juga berfungsi strategis untuk mengisi jeda waktu kosong sebelum partai final akbar diselenggarakan. Dengan demikian, antusiasme para pencinta sepak bola di seluruh dunia tetap terjaga dan tidak terputus.
Dari sisi kompetisi, hasil akhir pertandingan ini sangat berpengaruh terhadap kalkulasi peringkat FIFA. Karena statusnya merupakan laga resmi, tim yang keluar sebagai pemenang berhak mendapatkan tambahan poin yang cukup signifikan untuk mendongkrak posisi mereka di ranking dunia.
Peningkatan posisi dalam ranking FIFA ini terbilang krusial bagi sebuah negara. Peringkat yang lebih baik akan sangat memengaruhi status mereka saat penentuan tim unggulan pada turnamen-turnamen berikutnya, seperti UEFA Nations League maupun proses undian kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan di atas lapangan, tim pemenang juga berhak membawa pulang medali perunggu. Penghargaan ini menjadi simbol prestasi yang nyata bahwa mereka berhasil finis di atas podium turnamen sepak bola paling bergengsi di jagat raya.
Sisi finansial bagi federasi negara peserta juga menjadi daya tarik yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Terdapat perbedaan nominal hadiah uang yang cukup mencolok antara tim yang berhasil menduduki peringkat ketiga dan peringkat keempat.
Tim yang sukses mengunci tempat ketiga akan membawa pulang hadiah uang sebesar 29 juta dollar AS. Sementara itu, tim yang harus puas menyandang predikat peringkat keempat hanya akan menerima 27 juta dollar AS, yang berarti kemenangan di laga ini bernilai tambahan 2 juta dollar AS.