Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Mengapa Jumlah Penduduk Tak Jamin...
OLAHRAGA

Mengapa Jumlah Penduduk Tak Jamin Sukses Negara di Piala Dunia

Suporter sepak bola di Asia menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 melalui layar lebar

Suporter sepak bola di Asia menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 melalui layar lebar

Banyak negara dengan jumlah penduduk sangat besar, termasuk Indonesia, terus-menerus mengalami kegagalan untuk tampil di pesta sepak bola terbesar dunia. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di berbagai kota besar di Asia, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sebenarnya sangat luar biasa tingginya. Namun, gairah yang masif tersebut belum mampu ditransformasikan menjadi prestasi yang nyata di atas lapangan hijau.

Kericuhan penuh kegembiraan sempat pecah di tengah lautan suporter yang memadati sebuah acara nonton bareng pada 17 Juni, ketika bintang Argentina, Lionel Messi, mencetak gol pertamanya di Piala Dunia FIFA 2026 ke gawang Aljazair. Dari pantauan redaksi, tidak ada satu pun warga negara Argentina di antara kerumunan itu. Para pendukung yang merayakan gol dengan mengenakan jersey ikonik albiceleste tersebut merupakan warga lokal di Dhaka, ibu kota Bangladesh.

Fenomena serupa juga terlihat di jalan-jalan kota India dan Indonesia yang menjadi tuan rumah berbagai perayaan serupa. Messi dan rekan-rekannya di timnas Argentina akhirnya diadopsi sebagai "tim nasional" oleh warga lokal. Hal ini terjadi karena negara mereka sendiri berulang kali gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia, sehingga para penggemar mengalihkan dukungan mereka kepada negara lain.

Menurut data statistik terkini, dari 10 negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, hanya dua negara yang berhasil tampil di turnamen saat ini, yaitu Amerika Serikat dan Brasil. Dua negara lainnya, yakni Rusia dan Nigeria, memang tercatat pernah berpartisipasi dalam banyak edisi Piala Dunia sebelumnya. Namun, kontingen besar dari Asia masih sangat minim kontribusi.

China dan Indonesia masing-masing tercatat baru satu kali merasakan atmosfer tampil di ajang olahraga paling populer di dunia tersebut. Sementara itu, India yang kini berstatus sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, bersama Bangladesh, Etiopia, dan Pakistan, sejauh ini hanya bisa bermimpi untuk ikut ambil bagian dalam turnamen bergengsi empat tahunan ini.

Sejarah mencatat bahwa India secara teknis pernah lolos ke Piala Dunia 1950 di Brasil, sebelum akhirnya mereka memutuskan mengundurkan diri kurang dari sebulan menjelang turnamen berlangsung. "Benar-benar tidak dapat diterima bahwa negara dengan jutaan penggemar sepak bola bisa tertinggal sejauh ini dalam dunia sepak bola," kata Audite Karim, seorang aktor, penulis, sekaligus penggemar sepak bola ternama Bangladesh.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai mengapa jumlah penduduk ternyata menjadi indikator yang sangat buruk untuk mengukur kesuksesan sebuah negara dalam sepak bola. Secara teori, semakin besar jumlah penduduk suatu negara, semakin besar pula kumpulan calon atlet potensial yang bisa direkrut dan dibina oleh federasi nasional.

Berdasarkan catatan historis sepak bola modern, tujuh dari delapan negara yang pernah menjuarai Piala Dunia memang memiliki populasi yang relatif besar. Negara-negara tersebut adalah Argentina, Brasil, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Kendati demikian, faktor penentu kesuksesan ternyata melampaui sekadar angka populasi, melainkan pada sistem pembinaan dan infrastruktur olahraga yang terintegrasi.

// TOPICS
#piala_dunia_2026 #sepak_bola #timnas_indonesia #populasi_penduduk #fifa #prestasi_sepak_bola #sepak_bola_asia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.