Masa depan Bruno Guimaraes di Newcastle United tampaknya mulai mendekati titik akhir. Pemain asal Brasil tersebut dikabarkan telah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan St James" Park sebelum bursa transfer ditutup demi bisa bergabung dengan raksasa London, Arsenal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendati demikian, Arsenal bukan satu-satunya klub yang menaruh minat pada gelandang andalan The Magpies tersebut. Manchester United sebelumnya juga dilaporkan mengincar Guimaraes sebagai bagian dari perombakan besar-besaran di lini tengah skuad asuhan mereka.
Newcastle United sendiri dipastikan bakal enggan melepas bintang mereka begitu saja. Terlebih lagi, manajemen klub baru saja kehilangan Sandro Tonali yang hijrah ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer mencapai 100 juta poundsterling. Hal ini membuat Newcastle bersikeras memasang harga tinggi untuk Guimaraes di kisaran 80 hingga 85 juta poundsterling.
Melihat Arsenal yang kini menjadi tim paling berpeluang mendapatkan tanda tangan Guimaraes, legenda Manchester United, Dwight Yorke, menilai bahwa kegagalan Setan Merah merekrut sang pemain bukanlah sebuah kerugian besar. Yorke mengaku tidak terlalu terkesan dengan performa sang gelandang, terutama saat membela timnas Brasil.
"Saya tidak tahu tentang Bruno Guimaraes. Saya tidak yakin dia begitu mengesankan. Saya menyaksikannya bermain untuk Brasil di Piala Dunia dan dia tidak meyakinkan saya. Dia memang punya etos kerja yang baik di Newcastle, tapi apakah etos kerja saja cukup untuk menebus pemain ke Manchester United?" ujar Yorke kepada BOYLE Sports.
Yorke menambahkan bahwa meskipun Guimaraes merupakan pemain yang solid, kualitasnya dinilai belum mampu membawa klub sekelas Manchester United bersaing meraih gelar juara Liga Inggris. Ia mempertanyakan keputusan mantan klubnya yang dinilai hanya membeli pemain karena status "solid" tanpa memberikan efek keunggulan yang signifikan bagi tim.
Dibandingkan mengejar Guimaraes, mantan penyerang legendaris tersebut justru menyarankan klub-klub besar untuk beralih memburu talenta muda milik Lille, Ayyoub Bouaddi. Pemain berusia 18 tahun itu sukses mencuri perhatian dunia lewat penampilan impresifnya bersama Maroko di ajang Piala Dunia.