Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Inflasi AS Melambat Tajam pada Juni,...
EKONOMI

Inflasi AS Melambat Tajam pada Juni, Namun Dinilai Tak Tahan Lama

Seorang warga sedang mengisi bahan bakar gas di sebuah pompa bensin Valero di Austin, Texas.

Seorang warga sedang mengisi bahan bakar gas di sebuah pompa bensin Valero di Austin, Texas.

Inflasi di Amerika Serikat dilaporkan mengalami perlambatan yang cukup tajam pada bulan Juni seiring dengan merosotnya harga bahan bakar gas. Kendati demikian, angin segar bagi perekonomian ini diprediksi hanya bersifat sementara menyusul kembali memanasnya ketegangan geopolitik antara AS dengan Iran.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menunjukkan harga konsumen pada Juni naik 3,5 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut turun signifikan dibandingkan dengan lonjakan tahunan pada Mei yang menyentuh 4,2 persen, yang sekaligus menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Faktor utama yang menahan laju inflasi kali ini adalah penurunan drastis pada sektor harga energi. Penurunan ini membantu keseluruhan harga konsumen menyusut 0,4 persen pada bulan Juni, berbalik arah dari kenaikan sebesar 0,5 persen yang tercatat pada bulan Mei lalu.

Berdasarkan data dari AAA, harga satu galon gas reguler di stasiun pengisian bahan bakar pada akhir Juni tercatat 71 sen lebih murah dibandingkan puncaknya di bulan Mei. Penurunan harga gas tersebut terjadi setelah AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata sementara waktu.

Namun, harga minyak mentah kini kembali merangkak naik setelah gencatan senjata berakhir bulan ini. Iran mengklaim Selat Hormuz kembali ditutup, yang direspons militer AS dengan mengumumkan blokade lanjutan terhadap kapal-kapal Iran. Ketegangan kian memuncak setelah Presiden Trump menyatakan akan memberlakukan tarif tol sebesar 20 persen bagi semua kargo yang melintasi selat strategis tersebut.

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa harga energi akan kembali melonjak dalam waktu dekat. "Kita mungkin hanya berjarak satu minggu sebelum melihat rata-rata nasional harga gas kembali menyentuh angka 4 dolar AS," ujar Patrick De Haan, seorang analis dari GasBuddy. Ia menambahkan bahwa tren positif dari penurunan inflasi di bulan Juni tampaknya akan langsung buyar pada bulan Juli.

Di sisi lain, jika mengesampingkan sektor makanan dan energi yang fluktuatif, inflasi inti AS untuk periode 12 bulan yang berakhir pada Juni berada di angka 2,6 persen, lebih rendah dari capaian Mei. Data ini dirilis bersamaan dengan momen Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, memulai kesaksian dua harinya di hadapan Kongres untuk menentukan arah suku bunga acuan bank sentral.

// TOPICS
#inflasi_as #harga_energi #federal_reserve #ekonomi_global #ketegangan_as_iran #selat_hormuz
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.