Pelatih legendaris Timnas Prancis, Didier Deschamps, bersiap melakoni laga emosional pada Sabtu ini. Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris akan menjadi momen terakhirnya menakhodai skuad Les Bleus setelah belasan tahun mengabdi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Saya tahu akhir dari perjalanan ini adalah besok. Tidak akan ada yang menangis di sini, tetapi saya tahu bahwa saya akan sangat merindukan Timnas Prancis," ujar Didier Deschamps dalam konferensi pers yang digelar 24 jam sebelum laga bertempat di Miami.
Sosok yang pernah membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 sebagai kapten ini telah mengukir tinta emas dari kursi kepelatihan. Selama 14 tahun menjabat, ia sukses mempersembahkan bintang kedua di jersey Prancis pada 2018, menembus final Euro 2016 serta Piala Dunia 2022, dan memecahkan berbagai rekor.
"Saya mendapat hak istimewa selama 15 tahun untuk mengalami momen-momen magis dan juga masa-masa sulit. Namun hidup terus berjalan, saya adalah orang yang positif dan tahu masa depan juga akan baik," lanjut sang juru taktik di hadapan para awak media.
Bagi pelatih berusia 57 tahun tersebut, menangani tim nasional merupakan pencapaian tertinggi dalam kariernya. Dedikasi panjang ini telah menyita 25 tahun perjalanan hidupnya, mulai dari status pemain hingga pelatih legendaris yang melahirkan banyak kenangan tak terlupakan.
Keputusan mundurnya Didier Deschamps sekaligus memicu spekulasi besar di Prancis. Publik sepak bola kini mulai mengaitkan posisi kosong tersebut dengan Zinedine Zidane, yang disebut-sebut sudah menunggu selama 14 tahun untuk bisa menakhodai Les Bleus.