Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, akhirnya buka suara terkait keputusannya menarik keluar Adrien Rabiot dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 kontra Spanyol. Padahal, mantan gelandang Olympique Marseille tersebut dinilai sebagai salah satu pemain dengan performa terbaik Les Bleus pada pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-2 tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Rabiot terpaksa ditarik keluar lapangan saat turun minum dan digantikan oleh Manu Kone. Keputusan ini diambil setelah sang gelandang menerima kartu kuning cepat pada menit ke-9 akibat pelanggaran keras terhadap pemain Spanyol, Dani Olmo. Namun, Deschamps menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan permintaan langsung dari sang pemain.
"Untuk Adrien, dia mendatangi saya saat jeda minum dan berkata: Coach, saya tidak bisa lagi memainkan permainan saya karena kartu kuning itu. Ketika Anda menjadi seorang gelandang, permainan terjadi 360 derajat," ujar Deschamps dalam konferensi pers menjelang laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris.
Deschamps sebenarnya sempat meminta Rabiot untuk tetap bertahan dan mengontrol emosinya di lapangan. "Saya katakan kepadanya: Atur saja, hindari tekel yang terlambat, karena tadi itu hampir saja berbuah kartu merah," tambah sang pelatih yang akan melakoni laga terakhirnya menakhodai Prancis pada hari Sabtu ini.
Juru taktik yang sukses membawa Prancis juara dunia 1998 itu juga membandingkan situasi Rabiot dengan pengalamannya sendiri saat masih aktif bermain. Deschamps ingat betul bagaimana rasanya bermain di bawah bayang-bayang kartu kuning, seperti yang dialaminya pada final Piala Dunia 1998.
"Saya pernah menjalani pertandingan seperti itu, dan saya menjadi bayangan dari diri saya sendiri. Saya bisa saja membuat keputusan berbeda, tetapi saya tidak mempertanyakan hal itu sekarang. Saya memilih berdasarkan elemen yang saya miliki dan pengalaman hidup saya," pungkas Deschamps.