Konsep ekonomi sirkular kini menjadi salah satu solusi andalan dalam mengatasi persoalan sampah di perkotaan. Tidak sekadar menjaga kelestarian lingkungan, sistem ini juga terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat luas serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Founder sekaligus Direktur Utama Bumiraya Indonesia, Muhammad Alvin R., mengungkapkan bahwa hampir seluruh jenis sampah nonorganik memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan tepat. Jenis sampah seperti plastik, karton, logam, hingga kaca dapat didaur ulang kembali menjadi bahan baku industri maupun produk baru yang siap dipasarkan.
"Pada ekonomi sirkular, sampah nonorganik sebenarnya dapat diperbarui atau didaur ulang kembali. Contohnya plastik yang memiliki berbagai jenis, dan masing-masing jenis tersebut sudah memiliki pabrik pendaur ulang yang siap mengolahnya menjadi produk baru", ujar Alvin saat menjadi narasumber dalam acara Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar.
Alvin menjelaskan bahwa sampah plastik dan berbagai kemasan produk kecantikan atau skincare bekas harus melalui proses pembersihan yang ketat sebelum dikirim ke pabrik daur ulang. Langkah ini penting dilakukan agar seluruh material yang disetorkan memenuhi standar operasional pabrik pengolahan tanpa menyisakan residu produk di dalamnya.
Bagi para pelaku UMKM, potensi keuntungan dari sisa kemasan usaha seperti gelas plastik, wadah makanan, karton, hingga plastik pembungkus pakaian juga sangat menjanjikan. Untuk memaksimalkan pengumpulan, Bumiraya Indonesia kini aktif membentuk tim kebersihan khusus dalam berbagai acara guna mengamankan sampah-sampah bernilai tinggi tersebut langsung dari sumbernya.
Harga jual sampah plastik di pasaran saat ini terus merangkak naik, di mana plastik bersih utuh dihargai sekitar Rp 6.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. Nilai ekonomis ini dipastikan akan melonjak drastis jika sampah tersebut telah melewati proses pencacahan hingga diolah menjadi biji plastik siap pakai.
Kunci utama dari kesuksesan rantai ekonomi sirkular ini terletak pada kedisiplinan proses pemilahan sejak awal. Sampah harus dipisahkan berdasarkan kategorinya seperti logam, kertas, kaca, serta jenis plastik spesifik seperti PET, PP, dan HDPE agar mempermudah proses daur ulang industri.