Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren melayangkan aksi kritik tajam terhadap Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam rapat dengar pendapat bersama Kongres. Politisi dari Partai Demokrat Massachusetts tersebut secara terang-terangan menuduh bos bank sentral AS itu terlibat dalam praktik korupsi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam hari kedua kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat, Warsh dihadapkan pada rentetan pertanyaan menyengat dari Warren. Warren membeberkan sejarah pelanggaran etika yang dilakukan oleh para pejabat tinggi di lingkungan Federal Reserve selama ini.
"Alih-alih mencoba memperbaiki budaya yang rusak ini, saya khawatir Anda justru tampak merangkulnya," ujar Warren. Ia menyoroti langkah divestasi aset milik Warsh senilai lebih dari 100 juta dolar AS, yang diklaim sang ketua telah dijual seluruhnya atau sedang dalam proses penjualan sebelum dirinya resmi menjabat.
Warren kemudian mendesak Warsh untuk membuka suara mengenai siapa pihak yang mencairkan dana fantastis tersebut. "Anda mengatakan sekarang bahwa Anda telah menjual saham-saham itu. Dengan kata lain, seseorang menulis cek untuk Anda senilai lebih dari 100 juta dolar AS beberapa hari sebelum Anda menjabat. Ketua Warsh, siapa yang menulis cek itu?" cecar Warren.
Saat Warsh mencoba menjawab bahwa dirinya telah sepenuhnya mematuhi kewajiban dari Kantor Etika Pemerintah, Warren langsung memotong pembicaraan. Ia mempertanyakan apakah dana tersebut berasal dari miliarder yang memiliki bisnis dengan Fed, atau dari Stanley Druckenmiller yang meraup miliaran dolar dari spekulasi kebijakan bank sentral.
Ketegangan memuncak ketika Warsh kembali menegaskan bahwa seluruh prosedur hukum telah dipenuhi oleh dirinya. Warren dengan nada tinggi berseru bahwa pernyataan tersebut sama sekali bukan merupakan sebuah jawaban, yang kemudian langsung dibantah oleh Warsh.
Tak berhenti di situ, Warren juga mencecar Warsh mengenai laporan Wall Street Journal terkait Michelle Bowman, Wakil Ketua Pengawasan Fed. Bowman diduga menghadiri makan malam tertutup Bank of America bulan lalu selama periode "blackout", di mana para bankir sentral dilarang berbicara mengenai kebijakan moneter kepada publik.
Menanggapi hal tersebut, Warsh menyatakan bahwa dirinya memilih untuk menyerahkan kasus ini kepada Kantor Inspektur Jenderal Fed agar tidak mendahului fakta yang ada. Namun, Warren menilai sikap diam Warsh sebagai bentuk pembiaran terhadap potensi pelanggaran hukum di lembaganya.
Selain isu etik, Warren turut menuduh Warsh berada di bawah kendali Presiden Donald Trump karena sang presiden berulang kali menyatakan hanya akan menominasikan ketua yang berjanji menurunkan suku bunga. Meski demikian, Warsh tercatat tetap mempertahankan suku bunga flat pada pertemuan bulan lalu.
Di sisi lain, Senator Republik Mike Rounds dari South Dakota memberikan kesempatan bagi Warsh untuk mengklarifikasi tuduhan itu secara langsung. Saat ditanya apakah ada orang yang memberinya uang sebesar 100 juta dolar AS secara cuma-cuma, Warsh dengan tegas menjawab tidak.
Terlepas dari ketegangan politik tersebut, Warsh sempat memaparkan pandangannya mengenai dampak besar kecerdasan buatan (AI) terhadap ekonomi global. Menurutnya, perkembangan AI merupakan perubahan paling konsekuensi bagi perekonomian AS dalam masa hidupnya saat ini, yang diyakini dapat meningkatkan produktivitas serta upah riil pekerja Amerika dalam jangka panjang.