Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan komitmen penuh dan dukungan diplomatik negaranya terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat dirinya menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung khidmat di Teheran pada Sabtu (4/7/2026).
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Melalui pernyataan resmi di akun media sosial X miliknya, Sharif menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus rasa belasungkawa yang mendalam atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Pakistan kepada pemerintah serta masyarakat Iran yang sedang diselimuti duka.
"Saya menyampaikan penghormatan terakhir dan belasungkawa yang mendalam atas nama pemerintah dan rakyat Pakistan kepada pemerintah serta rakyat Iran dalam upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Syahid Ayatollah Sayyed Ali Khamenei," tulis Sharif sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Berdasarkan laporan di lapangan, Sharif juga menekankan pentingnya menjaga hubungan bilateral dan menunjukkan solidaritas konkret kepada Iran di tengah masa berkabung nasional ini. Ia menyatakan bahwa sebagai negara tetangga yang memiliki kedekatan historis dan persaudaraan erat, Pakistan akan selalu siap berdiri berdampingan bersama Iran.
Dari pantauan redaksi, PM Shehbaz Sharif tiba di Teheran sejak Jumat dengan memimpin langsung delegasi tingkat tinggi Pakistan. Rombongan tersebut melibatkan pejabat penting negara seperti Wakil PM sekaligus Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir, menunjukkan betapa strategisnya upacara penghormatan ini bagi Islamabad.
Menurut pandangan Sharif, sosok Khamenei merupakan pemimpin yang memiliki kebijaksanaan tinggi serta pengaruh yang sangat besar, tidak hanya bagi stabilitas internal Iran tetapi juga dalam geopolitik kawasan Timur Tengah secara luas. Ia meyakini warisan kepemimpinan mendiang akan terus dikenang oleh generasi-generasi mendatang.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan kehadiran delegasi militer dan diplomatik tingkat tinggi Pakistan ini juga berkaitan erat dengan peran aktif Islamabad sebagai mediator konflik. Sebelumnya, Pakistan sukses memfasilitasi upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuahkan hasil berupa gencatan senjata pada April lalu.
Langkah mediasi tersebut kemudian diperkuat dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian Islamabad pada bulan Juni. Meskipun saat ini isu mengenai tuduhan pelanggaran gencatan senjata masih kerap bermunculan, kesepakatan tersebut secara resmi dinilai telah berhasil menghentikan konflik bersenjata yang sempat bereskalasi selama beberapa bulan terakhir.