Pihak kepolisian berhasil menangkap seorang pria berinisial HSLT yang diduga kuat sebagai pelaku utama dalam kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap seorang perempuan berinisial TS. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kepastian mengenai penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. "Benar, pelaku utama berinisial HSLT telah ditangkap," ujar Budi saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Minggu (19/7).
Meski demikian, Budi masih enggan membeberkan secara detail mengenai kronologi penangkapan terhadap HSLT. Pihak kepolisian belum mengungkap kapan dan di mana tepatnya pelaku utama tersebut berhasil diringkus oleh petugas.
Budi hanya menjelaskan bahwa saat ini HSLT sedang menjalani proses pemeriksaan yang mendalam oleh tim penyidik Sat Reskrim Polres Metro Bekasi. "Saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik. Perkembangan lebih lanjut terkait perkara tersebut akan disampaikan dalam rilis Polres Metro Bekasi pada Senin," tambahnya.
Kasus memilukan ini mulai diselidiki setelah korban yang dalam kondisi wajah penuh luka melaporkan tindakan kekasihnya. Berdasarkan laporan resmi, korban mengaku sudah menjalin hubungan asmara dengan HSLT sejak April 2025 dan memutuskan untuk tinggal bersama di Cikarang Selatan.
Perselisihan hebat antara keduanya pecah pada 29 Juni 2026. HSLT diduga melakukan aksi kekerasan berulang kali kepada korban hingga 8 Juli 2026. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lebam yang cukup parah di bagian wajah serta tangannya.
Sementara itu, motif di balik aksi keji ini diduga kuat karena faktor cemburu yang berlebihan. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Lavian Chandra mengungkapkan bahwa pelaku menuduh korban memiliki hubungan dengan orang lain.
"Motifnya itu karena cemburu. Jadi, si pacarnya ini menuduh ceweknya ini, korban ini ada orang lain lah. Motifnya itu seperti itu," terang Jerico. Sebelum menangkap HSLT, polisi juga telah mengamankan satu pelaku lain yang merupakan karyawan HSLT karena diduga ikut membantu aksi penyekapan tersebut.