Konferensi pers yang digadang-gadang akan mengungkap perkembangan besar kasus dugaan korupsi di tiga perusahaan BUMN, antara lain PLN berkait pasokan batu bara untuk PLTU, PT Asabri, hingga Krakatau Steel, justru berujung antiklimaks.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sejak Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB, puluhan personel Brimob Polri bersenjata lengkap telah bersiaga di depan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Dari pantauan redaksi di lapangan, rangkaian persiapan berlangsung sangat intens demi mengamankan jalannya acara yang menyita perhatian publik tersebut.
Tepat pukul 15.31 WIB, penyidik gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mulai mengangkut barang bukti hasil penggeledahan di 12 lokasi berbeda.
Sejumlah kontainer dan koper dibawa menuju lokasi konferensi pers, lalu ditata rapi bersama papan nama pejabat yang semula dijadwalkan hadir.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, barang bukti hasil sitaan penggeledahan terbilang cukup fantastis, yakni tumpukan berbagai macam mata uang setara ratusan miliar rupiah dan 74 emas batangan.
Di atas meja konferensi, telah disiapkan papan nama Kabareskrim Polri, Kakortas Tipidkor Polri, Kadiv Humas Polri, jajaran Polda Metro Jaya, hingga perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut dokumen rencana awal, ada dua perwakilan KPK yang direncanakan akan hadir, yakni Deputi Bidang Penindakan KPK Irjen Asep Guntur dan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Ely Kusumastuti.
Susunan nama-nama pejabat tinggi tersebut memunculkan ekspektasi besar bahwa pihak kepolisian akan menyampaikan perkembangan penting dalam penanganan perkara megakorupsi itu.
Namun, skenario yang diharapkan ternyata tidak sesuai ekspektasi dan justru memunculkan situasi tersendiri yang membingungkan awak media.
Konferensi pers yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 16.30 WIB sempat diundur menjadi pukul 19.00 WIB, hingga memicu ketidakpastian.
Wartawan yang telah menunggu selama berjam-jam kembali harus bersabar karena agenda tersebut tidak kunjung dimulai tepat waktu.
Baru pada pukul 21.41 WIB, konferensi pers akhirnya digelar tanpa kehadiran sejumlah pejabat utama dan perwakilan KPK yang sebelumnya dijadwalkan hadir.
Menurut keterangan resmi kepolisian, saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus korupsi dan TPPU ini.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut dengan memeriksa setidaknya 15 orang saksi terkait dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU, PT Asabri, dan Krakatau Steel.