Pertandingan final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina di New Jersey-New York kini diselimuti ketidakpastian. Kabut asap pebal akibat kebakaran hutan hebat di Kanada mulai turun dan memicu peringatan kualitas udara yang tidak sehat di sejumlah wilayah Amerika Serikat.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Angin yang bertiup ke arah selatan membuat ibu kota Washington DC terkena dampak parah pada hari Jumat, hingga menduduki peringkat kedua tertinggi untuk kategori "sangat tidak sehat". Otoritas setempat bahkan telah mengimbau seluruh warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
Di New York dan tetangganya New Jersey, tempat laga final akan digelar di stadion terbuka pada hari Minggu, kualitas udara dilaporkan berada pada tingkat yang membahayakan bagi kelompok sensitif. Kondisi ini sedikit membaik setelah kabut asap sempat membuat pemandangan cakrawala Manhattan nyaris tidak terlihat.
Sekitar 80.000 penggemar sepak bola diperkirakan akan memadati stadion terbuka di Meadowlands, yang juga merupakan markas dari tim NFL New York Giants dan Jets. Meskipun ada kekhawatiran terkait dampak buruk kesehatan, pihak FIFA memberikan pernyataan resmi yang menenangkan publik.
FIFA mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan saat ini tidak menjadi ancaman bagi jalannya final Piala Dunia. Kendati demikian, pihak penyelenggara turnamen menyatakan tetap melakukan pemantauan situasi ini secara ketat demi keselamatan semua pihak.
"Sudah ada diskusi mengenai hal ini, dan kami menempatkan perwakilan dari National Weather Service di markas FIFA, jadi kami terus memantau dengan cermat," ujar Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani.
Masalah cuaca ekstrem bukan kali ini saja membayangi jalannya turnamen. Sebelumnya, pertandingan babak gugur antara Meksiko melawan Inggris sempat dirumorkan akan dijadwalkan ulang akibat cuaca buruk. Di samping itu, laga babak 32 besar antara Meksiko dan Ekuador juga sempat tertunda selama satu jam akibat badai.
Para ahli mengaitkan peningkatan intensitas kebakaran hutan di Kanada ini dengan dampak nyata perubahan iklim global. Suhu permukaan udara yang lebih tinggi dan kelembapan tanah yang rendah memicu musim kebakaran yang berlangsung lebih lama dan sulit dikendalikan sepanjang musim panas.