Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kronologi Femas Kabur Saat Tour di...
BERITA

Kronologi Femas Kabur Saat Tour di Korea Selatan, Berawal Pamit Beli Sepatu

Kronologi lengkap kasus kaburnya Femas Yani Arianto saat mengikuti open trip di Korea Selatan

Kronologi lengkap kasus kaburnya Femas Yani Arianto saat mengikuti open trip di Korea Selatan

Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar seorang peserta open trip ke Korea Selatan bernama Femas Yani Arianto yang diduga kabur dan menghilang di tengah perjalanan wisata. Peristiwa ini mendadak viral hingga memicu polemik serta menjadi sorotan warganet karena dinilai merugikan Berani Backpacker selaku penyelenggara perjalanan (travel agent) dan peserta tour lainnya.

Berdasarkan penjelasan Marketing dan Tour Leader Berani Backpacker, Dwiky Prayogi, semua bermula saat agen travel tersebut mengadakan perjalanan ke Korea Selatan yang diikuti oleh 39 orang peserta, termasuk di antaranya Femas. Rombongan tersebut dijadwalkan berangkat dari Indonesia pada tanggal 27 Juni 2026 dan tiba di Negeri Ginseng pada keesokan harinya.

"Kita sampai di Korea itu tanggal 28 Juni 2026 dan tournya sampai 1 Juli 2026," kata Dwiky ketika dihubungi dari dapur redaksi Tribunnews, Solo, Jawa Tengah. Menurut pengakuannya, pada awalnya seluruh agenda perjalanan wisata berjalan aman dan sesuai rencana, terutama saat rombongan mengunjungi kawasan Myeongdong, Seoul.

Dari pantauan redaksi, kawasan Myeongdong dikenal luas sebagai distrik perbelanjaan, kuliner, dan pusat wisata paling populer yang terletak di jantung Kota Seoul, Korea Selatan. Masalah mulai muncul saat rombongan diberikan waktu bebas (free time) oleh pihak penyelenggara untuk menjelajah kawasan tersebut secara mandiri.

"Femas kemudian bilang kalau dia mau cari sepatu. Maka di situlah berpisah dari rombongan," tambah Dwiky. Sebelum berpisah, pihak Berani Backpacker sebenarnya sudah memberikan arahan yang jelas kepada Femas mengenai cara menggunakan fasilitas transportasi umum untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Namun hingga tengah malam waktu Korea Selatan, Femas tak kunjung kembali ke rombongan dan tidak menampakkan diri hingga keesokan paginya. Pihak Berani Backpacker sempat berusaha menghubungi Femas melalui pesan singkat WhatsApp, akan tetapi pesan tersebut sama sekali tidak mendapatkan respons.

Dwiky yang kebetulan ikut mendampingi rombongan mengaku mulai khawatir dengan keselamatan Femas pada saat itu. "Di Korea kan banyak klub malamnya. Kita sempat berpikir apa dia pingsan di pinggir jalan atau di mana gitu. Akhirnya kita sama-sama telusuri dari titik berpisah, tapi tidak ketemu," lanjutnya menjelaskan situasi pencarian.

Menurut hasil pengamatan tim redaksi, Berani Backpacker kemudian menduga kuat bahwa Femas sengaja kabur untuk menjadi pekerja ilegal di Korea Selatan setelah menelusuri keterangan dari pihak keluarga dan tetangganya di Indonesia. Imbas dari kasus ini, Berani Backpacker kini terancam hukuman denda sebesar Rp125 juta dan telah resmi melaporkan pihak keluarga Femas ke kantor polisi.

// TOPICS
#korea_selatan #femas_yani_arianto #berani_backpacker #myeongdong #open_trip #berita_viral #travel_agent #pekerja_ilegal
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.