Kepanikan menyelimuti warga di Jalan Ciptomangunkusumo, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis pada Kamis (16/7/2026) siang. Asap hitam pekat tiba-tiba membubung tinggi dari sebuah bangunan di kawasan permukiman padat penduduk. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berlarian menuju lokasi dan berusaha membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Belum diketahui penyebab pasti dari kebakaran hebat tersebut. Namun, dugaan sementara bermula dari sebuah kompor yang sedang digunakan untuk memasak di bagian belakang rumah. Dalam waktu singkat, kobaran api langsung membesar dan dengan cepat menjalar ke sejumlah ruangan lain di bangunan serbaguna tersebut.
"Saya melihat dari Stadion Galuh asap hitam membubung tinggi. Saya langsung ke lokasi, membantu pemilik bengkel mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan," kata Wawan, salah seorang warga setempat di lokasi kejadian.
Sementara itu, pegawai Kelurahan Ciamis Ani Radiany mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari anggota pemilik rumah, api pertama kali muncul dari area dapur. Peristiwa kebakaran hebat ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
"Informasinya diduga dari kompor di belakang rumah. Saat anak pemilik rumah datang, api sudah membesar. Dia langsung menyelamatkan ibunya yang sudah lanjut usia keluar dari rumah sebelum api semakin besar," ujar Ani membeberkan kronologi awal.
Bangunan yang terbakar tersebut diketahui tidak hanya digunakan sebagai rumah tinggal biasa. Di dalamnya juga terdapat sejumlah tempat usaha aktif, mulai dari kantor jasa pengiriman, tempat senam, pusat kebugaran (gym), studio foto, penatu (laundry), hingga bengkel kendaraan.
Tak lama setelah api terlihat membesar, mobil pemadam kebakaran langsung tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga. Sekitar 10 unit armada gabungan diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Rinciannya terdiri dari 5 unit Damkar termasuk water tank Kodim Ciamis, serta 5 mobil tangki penyuplai air dari BPBD, Damkar, dan DPRKPLH Ciamis.
Petugas bahu-membahu melakukan pemadaman sekaligus berupaya keras mencegah api merembet ke bangunan lain yang posisinya saling berdempetan di kawasan tersebut. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi sempat menjadi tontonan dan perhatian warga sekitar.
Hingga pukul 13.16 WIB, petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa mencekam tersebut.
Di sisi lain, dua peristiwa kebakaran juga sempat melanda wilayah Ciamis dalam sehari pada Rabu (15/7/2026). Kebakaran pertama menghanguskan sebagian kamar rumah di Kelurahan Sindangrasa, sedangkan kejadian kedua meludeskan sebuah rumah produksi kopra di Desa Pawindan yang menyebabkan satu orang terluka.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis Budi Rahmat membenarkan adanya dua kejadian kebakaran berturut-turut pada Rabu sore tersebut. Beruntung, dua kejadian kebakaran itu berhasil ditangani dengan cepat sehingga api tidak meluas ke bangunan sekitar.
"Ya benar, kami menangani dua kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Ciamis. Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas," ujar Budi kepada detikJabar, Kamis (16/7/2026).
Kebakaran pertama di Kelurahan Sindangrasa menimpa rumah milik Ade Dira di Lingkungan Yudanagara sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa itu diduga bermula saat pemilik rumah sedang membongkar kapuk di dalam kamar, sementara seorang pekerja di dekatnya sedang merokok hingga bara api jatuh ke tumpukan kapuk.
Sebanyak empat personel dengan satu unit mobil pemadam langsung dikerahkan dan api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 15.55 WIB. "Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, sebagian kamar berukuran sekitar 2x3 meter hangus terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta," ungkap Budi.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kedua melanda tempat produksi kopra milik Wahidin di Dusun Bunirasa, Desa Pawindan. Kebakaran ini diduga berasal dari tungku atau tempat pemanasan (tapas) kopra yang ditinggalkan setelah beraktivitas, hingga membakar seluruh bangunan berukuran 5x7 meter dengan kerugian mencapai Rp150 juta.
Dalam kebakaran tempat kopra ini, satu warga bernama Ii Ibadi Rohman mengalami luka robek di bagian tangan akibat terkena pecahan kaca saat mencoba membantu memadamkan api secara mandiri sebelum petugas Damkar tiba.
Budi menambahkan dan mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera melapor. Pihaknya juga mengingatkan warga agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. "Langkah sederhana seperti memastikan api benar-benar padam bisa mencegah kerugian yang lebih besar," pungkas Budi.