Ketegangan tinggi mewarnai laga semifinal Piala Dunia di Atlanta Stadium yang mempertemukan Argentina dan England. Pertandingan yang berjalan keras ini dipenuhi intrik dengan catatan 19 pelanggaran hanya di babak pertama, di mana 12 di antaranya dilakukan oleh para pemain La Albiceleste. Menurut laporan jalannya pertandingan, tensi panas bahkan terus berlanjut hingga peluit panjang berbunyi, memicu keributan antarpemain di lorong stadion.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan rekaman video yang viral di media sosial, keributan pascapertandingan bermula saat Jude Bellingham terlihat memukul bagian belakang kepala Valentin Barco. Nicolas Otamendi yang tidak terima langsung ikut campur, hingga memaksa James Trafford dan Dean Henderson turun tangan sebagai penengah untuk meredakan emosi. Dari pantauan redaksi, situasi sempat semakin memanas ketika Morgan Rodgers juga ikut terlibat dalam adu mulut tersebut.
Meskipun rivalitas di lapangan sangat membara, Marc Guehi menunjukkan sikap yang sangat terpuji dan berkelas saat berada di mixed zone. Bek andalan England itu dengan sengaja menghampiri Lionel Messi yang saat itu sedang menjalani sesi wawancara dengan stasiun televisi Argentina. Sambil berjalan melintas, Guehi menyapa kapten Argentina tersebut menggunakan bahasa Spanyol, "Good luck in the final." Mendengar ucapan itu, Messi langsung menghentikan wawancaranya sejenak dan membalas dengan senyuman, "Thanks, see you."
Di sisi lain, kekalahan ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi kubu Three Lions yang sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Menurut analisis pertandingan, taktik bertahan yang diterapkan England setelah unggul menjadi bumerang besar. Pengamatan tim redaksi menunjukkan England hanya menguasai 12 persen penguasaan bola sejak gol Gordon hingga akhirnya Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan bagi Argentina.
Saat diwawancarai oleh awak media, Marc Guehi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas strategi tim yang dinilai terlalu pasif. "We should have carried on. We should have carried on pushing. It kind of felt like we scored and the mentality was, go back, defend," ujar Guehi dengan nada menyesal. Ketika ditanya mengenai masa depan generasi emas ini untuk meraih trofi, ia mengaku masih terlalu dini dan sulit untuk memikirkan masa depan di tengah rasa kecewa yang mendalam.
Kekalahan dramatis ini langsung memicu kritik tajam dari publik sepak bola Inggris yang ditujukan kepada sang manajer, Thomas Tuchel. Kendati demikian, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dilaporkan tetap memberikan dukungan penuh kepada pelatih asal Jerman tersebut. CEO FA, Mark Bullingham, menegaskan bahwa seluruh elemen tim telah berjuang maksimal dan ia sangat mengapresiasi kerja keras para pemain serta dukungan luar biasa dari para suporter.