Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom di...
BERITA

Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom di Sekolah Diduga Korban Bullying

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 15 Juli 2026
Gedung MAN 3 Padang tempat insiden peledakan bom rakitan oleh siswa korban bullying

Gedung MAN 3 Padang tempat insiden peledakan bom rakitan oleh siswa korban bullying

Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian serius bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan pantauan redaksi dari laporan Kementerian Kesehatan, tercatat ada 2.621 laporan terkait perundungan sepanjang tahun 2025, dengan 620 di antaranya dikategorikan sebagai perundungan serius. Kondisi ini diperparah oleh data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang mencatat sedikitnya 641 kasus kekerasan di satuan pendidikan, di mana sekitar 30 persennya didominasi oleh aksi bullying.

Dampak buruk dari perundungan ini sering kali memicu tindakan nekat dari para korban di lingkungan sekolah. Salah satu insiden tragis baru-baru ini terjadi di MAN 3 Padang, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Seorang siswa kelas XII berinisial R nekat melakukan aksi teror dengan merakit bom dan meledakkannya di tengah jam sekolah pada Selasa (14/7/2026).

Menurut keterangan pihak kepolisian, aksi nekat yang dilakukan oleh R dipastikan murni karena motif pribadi dan bukan terkait dengan jaringan terorisme. Kepada petugas, R berdalih bahwa tindakan ekstrem tersebut sengaja dilakukan karena dirinya berniat melukai teman-teman sekolah yang selama ini kerap mem-bully dirinya di kelas.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sosok R sendiri dikenal oleh teman-temannya sebagai pribadi yang sangat tertutup. Rahmat Arif, salah satu teman sekelas R, mengungkapkan bahwa pelaku sering terlihat menyendiri serta jarang berkumpul dengan teman-teman lainnya. "Dia pendiam, jarang berkumpul dengan teman-teman," kata Rahmat saat memberikan kesaksian terkait keseharian pelaku.

Selain memiliki kepribadian yang tertutup dan suka menyendiri, R juga diketahui mempunyai kebiasaan sering tertidur di dalam kelas saat pelajaran berlangsung. Terkait dengan dugaan perundungan, Rahmat memberikan pandangan berbeda dan berdalih bahwa teman-temannya hanya sebatas menyindir kemampuan R, namun pelaku tampaknya merespons hal tersebut dengan cara yang sangat mendalam dan berbeda. "Teman-teman cuma menyindir, seperti tidak bisa ketika melakukan sesuatu gitu," tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah MAN 3 Padang, Marliza, menyatakan bahwa R sebenarnya dikenal sebagai siswa biasa sebagaimana pelajar lainnya di sekolah tersebut. Pihak guru juga menegaskan tidak pernah menerima laporan resmi apa pun terkait permasalahan yang dihadapi R, termasuk mengenai adanya dugaan aksi perundungan yang menimpa dirinya.

Menanggapi insiden ini, psikolog dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menilai bahwa tindakan ekstrem yang dilakukan oleh R dipicu oleh akumulasi faktor psikologis, sosial, dan lingkungan yang tidak sehat. Kasus ini menjadi alarm keras sekaligus mencerminkan kegagalan sistem dukungan atau support system bagi remaja yang mengalami tekanan mental di lingkungan pendidikan.

Topics
man 3 padang bullying perundungan sekolah kota padang kekerasan pendidikan bom rakitan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.