Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan aktivis pemuda menilai perubahan strategi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) merupakan langkah progresif karena menyasar seluruh ekosistem kejahatan digital, tidak hanya berfokus pada pemblokiran situs.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Strategi komprehensif tersebut mencakup penindakan terhadap akses platform, pemutusan aliran dana, penguatan pengawasan sistem keuangan, hingga penegakan hukum terhadap jaringan pelaku. Pendekatan ini dijalankan melalui sinergi ketat Kemkomdigi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri perbankan, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemberantasan judol harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
"Pemberantasan judi online harus dilakukan menyeluruh, tidak cukup atau tidak boleh berhenti hanya kepada pemutusan akses situs saja, tapi keseluruhan ekosistemnya," ujar Meutya Hafid dalam OJK Banking Forum 2026 yang digelar di Kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Menanggapi langkah tegas tersebut, Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rusdi Ali Hanafia, menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga untuk memberantas penyakit masyarakat tersebut.
Menurut Rusdi, pendekatan yang diterapkan pemerintah saat ini menunjukkan perubahan paradigma yang jauh lebih tepat dan efektif. Langkah ini dinilai menyentuh hingga akar persoalan, bukan sekadar menangani dampak yang terlihat di permukaan.