Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta lembaga keagamaan hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) penerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Permintaan ini disampaikan secara langsung saat Komisi E menggelar rapat evaluasi bersama para penerima hibah di Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pertemuan tersebut, Komisi E mengundang para ulama, pastor, pendeta, pimpinan lembaga keagamaan, serta tokoh ormas. Langkah ini diambil karena lembaga-lembaga tersebut dinilai memiliki posisi strategis dan bersentuhan langsung dengan kehidupan warga di berbagai pelosok Jakarta.
"Intinya kami ingin dana yang diberikan itu benar-benar digunakan untuk hal-hal yang menjadi prioritas dan bisa menyentuh kepentingan masyarakat," ujar Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki, Selasa (21/7/2026).
Subki menilai keberadaan para pemuka agama dan pengurus ormas sangat krusial dalam membantu program pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan masalah sosial yang makin kompleks di ibu kota tidak akan pernah maksimal jika hanya mengandalkan peran pemerintah semata.
"Kita minta bantuan dari lembaga-lembaga ini karena pemerintah juga tidak bisa bekerja sendirian. Mereka harus ikut membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat," tegasnya.
Ia menyoroti sejumlah isu krusial yang membutuhkan intervensi cepat dari para tokoh masyarakat, di antaranya maraknya kasus perundungan (bullying) serta penyalahgunaan narkoba di lingkungan warga. Selain itu, para pemuka agama diharapkan aktif mengedukasi publik guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan.
"Problem seperti bullying dan narkoba ini harus kita selesaikan bersama. Semua lembaga dan para pimpinan harus ikut menggarapnya supaya penanganannya bisa lebih tuntas," kata Subki.
Melalui sinergi yang makin kokoh antara Pemprov DKI dan para penerima hibah, Subki optimistis penanganan berbagai penyakit sosial di Jakarta akan berlangsung jauh lebih efektif serta tepat sasaran.