Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Maskapai AS Peringatkan Perubahan...
BERITA

Maskapai AS Peringatkan Perubahan Daylight Saving Time Ganggu Jadwal Penerbangan

Pesawat komersial bersiap lepas landas di bandara Amerika Serikat di tengah isu perubahan DST

Pesawat komersial bersiap lepas landas di bandara Amerika Serikat di tengah isu perubahan DST

Sejumlah maskapai penerbangan di Amerika Serikat memberikan peringatan keras terkait rencana perubahan aturan Daylight Saving Time (DST). Perubahan praktik penyesuaian waktu ini dinilai bakal membawa dampak besar bagi industri penerbangan, terutama terkait kekacauan jadwal di berbagai bandara.

Airlines for America (A4A), sebuah kelompok perdagangan yang mewakili maskapai penerbangan terkemuka di AS, menyatakan bahwa pergeseran DST akan menimbulkan implikasi serius. Gangguan tersebut meliputi disrupsi penumpang, penempatan kru dan pesawat, hingga masalah konektivitas domestik maupun internasional.

"Maskapai penerbangan mengoperasikan jaringan domestik dan global yang sangat luas serta saling terhubung, di mana stabilitas dan prediktabilitas menjadi kunci utama. Setiap perubahan memerlukan lini masa implementasi yang matang untuk mengantisipasi rumitnya dampak global ini," tulis pernyataan resmi A4A.

Peringatan ini muncul setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS meloloskan rancangan undang-undang Sunshine Protection Act dengan hasil pemungutan suara 308-117. Regulasi ini bakal mengizinkan negara bagian secara sukarela menerapkan DST sepanjang tahun dan menyudahi tradisi mengubah jam dua kali setahun.

Meski masa depan RUU ini masih belum pasti di tingkat Senat, Presiden Donald Trump diperkirakan akan langsung menandatanganinya jika lolos. Pihak Gedung Putih bahkan telah mendesak para anggota parlemen untuk memberikan dukungan penuh terhadap undang-undang tersebut.

Saat ini, mayoritas negara bagian di AS menerapkan tradisi memajukan jam satu jam lebih awal pada bulan Maret, dan mengembalikannya ke waktu standar pada bulan November. Sejauh ini baru Arizona dan Hawaii yang tidak mengikuti praktik tersebut, sementara 20 negara bagian lain siap mempermanenkan DST jika diizinkan Kongres.

Para pendukung DST permanen berpendapat langkah ini akan menghapus disrupsi akibat perubahan jam musiman sekaligus mendongkrak sektor pariwisata. Di sisi lain, para kritikus menilai waktu standar justru lebih sesuai dengan ritme sirkadian tubuh manusia dan mencegah matahari terbit terlalu siang pada musim dingin.

Masyarakat Amerika Serikat sendiri dilaporkan sudah jengah dengan sistem gonta-ganti waktu yang berlaku sekarang. Berdasarkan survei AP-NORC, hanya 12 persen responden yang mendukung sistem dua kali setahun, sementara mayoritas warga lebih memilih waktu DST dipermanenkan.

// TOPICS
#airlines_for_america #daylight_saving_time #penerbangan #amerika_serikat #sunshine_protection_act #donald_trump
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.