Ketegangan menjelang partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina mulai memanas. Gelandang berpengalaman tim nasional Spanyol, Mikel Merino, memanfaatkan sesi konferensi pers untuk mengirimkan pesan psikologis, terutama kepada sang pengadil lapangan, Slavko Vincic.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Merino memprediksi pertandingan perebutan trofi paling bergengsi di dunia ini akan berjalan dengan tensi tinggi. Pemain Arsenal ini menilai duel fisik yang keras tidak akan terhindarkan karena kedua tim sama-sama memburu gelar juara tertinggi dalam sejarah sepak bola.
"Saya percaya ini akan menjadi pertandingan yang intens. Ini adalah laga final, kedua tim bermain untuk meraih pencapaian terbesar dalam sepak bola. Sangat normal jika ada kontak fisik dan duel sengit karena taruhannya sangat besar", ujar Merino dalam konferensi pers dua hari menjelang laga final.
Meski memaklumi duel keras, Merino memberikan perhatian khusus kepada wasit asal Slovenia, Slavko Vincic. Pemain berusia 30 tahun itu berharap sang wasit bisa menjaga jalannya pertandingan agar tetap mengalir dan melindungi talenta muda La Furia Roja, Lamine Yamal, dari potensi pelanggaran keras lawan.
"Kita semua tahu Lamine Yamal adalah pemain yang luar biasa. Cara bermain kami yang mengandalkan kombinasi dan sirkulasi bola cepat membutuhkan fluiditas agar bisa tampil maksimal. Kami yakin makin cepat bola dialirkan, makin sedikit waktu bagi lawan untuk melakukan pelanggaran. Hal terpenting adalah wasit melakukan tugasnya dengan benar", cetus Merino.
Selain membahas taktik dan kepemimpinan wasit, Merino juga memberikan sanjungan tinggi kepada kapten Argentina, Lionel Messi. Pemain berjuluk La Pulga tersebut tampil memukau sepanjang turnamen meskipun usianya sudah menginjak 39 tahun.
"Messi adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, cukup lihat bagaimana hebatnya dia di usia 39 tahun. Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi pertandingan terakhirnya bersama timnas atau final terakhirnya. Seperti yang terjadi pada Cristiano Ronaldo, sangat sulit membayangkan masa depan mereka karena mereka selalu bermain di level yang sangat tinggi", tambah mantan pemain Real Sociedad itu.
Menghadapi sang juara bertahan Argentina menjadi motivasi ekstra bagi skuad Spanyol. Merino menegaskan bahwa bermain melawan tim bertabur bintang seperti Argentina membuat atmosfer final ini terasa jauh lebih spesial dan menantang bagi generasi baru Spanyol.