Mantan Pejabat Hukum Utama Goldman Sachs Kathryn Ruemmler memberikan kesaksian di hadapan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat. Dalam kesaksiannya, Ruemmler menyebut terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein sebagai pembohong ulung yang memanfaatkan dirinya demi melegitimasi reputasi di mata publik. Kendati demikian, ia mengakui tetap menjaga hubungan bisnis lantaran Epstein kerap merujuk klien berbayar ke praktik hukum pribadinya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Ruemmler yang memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya di Goldman Sachs awal tahun ini menegaskan tidak pernah melihat bukti kejahatan berkelanjutan yang dilakukan Epstein selama berinteraksi dengannya. "Jika saya tahu saat itu apa yang saya ketahui sekarang tentang siapa Epstein sebenarnya, saya tidak akan pernah menerima pertemuan awal dengannya. Hubungan itu adalah sebuah kesalahan dan saya menyesalinya," ujar mantan penasihat Gedung Putih era Presiden Barack Obama tersebut dalam pernyataan pembukanya.
Hubungan keduanya bermula pada Juli 2014 saat Epstein menghubungi Ruemmler untuk menawarkan pekerjaan hukum terkait dana donor yang melibatkan Bill Gates. Walaupun proyek tersebut tidak terwujud, Epstein kemudian merujuk institusi keuangan Swiss, Bank Edmond de Rothschild, yang kemudian menjadi klien Ruemmler hingga 2020. Ruemmler menegaskan bahwa seluruh komunikasinya dengan Epstein berakhir seketika pada Juli 2019 tepat setelah Epstein ditangkap atas dakwaan perdagangan manusia untuk tujuan seksual.