Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, mengajak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) menghadirkan inovasi berbasis kearifan lokal. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Yusharto, potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat setempat akan memberikan dampak yang jauh lebih signifikan apabila dikembangkan melalui pendekatan inovatif. Pendekatan tersebut tentunya melibatkan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kepulauan Yapen. Acara ini dirangkaikan dengan pelepasan mahasiswa KKN Uncen secara simbolis di Auditorium Uncen Jayapura, Kamis (16/7).
Dalam paparannya, Yusharto menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik semata. Kegiatan turun ke lapangan ini juga menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan pembangunan nyata.
"Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. KKN menjadi kesempatan untuk melahirkan solusi yang inovatif, memperkuat pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai modal pembangunan daerah," ungkap Yusharto.
Yusharto menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Yapen memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru. Ragam potensi tersebut tersebar mulai dari sektor perikanan, pertanian, pariwisata, hingga kekayaan budaya masyarakat adat setempat.
Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu dikelola secara kreatif tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ia menilai kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan modal sosial yang mampu menjadi fondasi dalam menciptakan inovasi daerah.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN diharapkan mampu menggali potensi tersebut untuk dikembangkan menjadi berbagai program pemberdayaan. Upaya ini juga diharapkan memicu terciptanya nilai ekonomi yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
"Kita tidak selalu harus memulai dari sesuatu yang baru. Banyak solusi justru lahir dari kekuatan lokal yang sudah dimiliki masyarakat. Tugas adik-adik sekalian adalah membantu mengembangkan potensi tersebut melalui pendekatan yang lebih inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," tuturnya.
Selain menghasilkan program kerja selama masa pengabdian, mahasiswa juga diharapkan mampu meninggalkan praktik-praktik baik yang dapat dilanjutkan secara mandiri. Dengan demikian, manfaat pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menciptakan perubahan berkelanjutan.
Yusharto menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun pembangunan infrastruktur fisik. Kualitas sumber daya manusia yang mampu menciptakan inovasi sesuai karakteristik wilayah juga menjadi faktor penentu utama, sehingga perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra Pemda.