Bank Indonesia (BI) mencatat proyeksi pertumbuhan kredit perbankan pada 2026 melambat atau termoderasi menjadi 7,51 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan hasil survei periode sebelumnya sebesar 8,06 persen serta berada di bawah target pemerintah yang dipatok pada kisaran 8 hingga 11 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan resmi BI pada Senin (20/7/2026), responden survei memperkirakan outstanding kredit sampai akhir 2026 tumbuh 7,51 persen. Angka ini juga menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan realisasi capaian pertumbuhan kredit pada tahun 2025 yang berhasil menyentuh angka 9,69 persen secara tahunan.
Selain penurunan proyeksi kredit, hasil survei juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan melambat pada akhir 2026. Pertumbuhan DPK diproyeksikan berada di angka 6,18 persen (yoy), turun cukup jauh dari realisasi pertumbuhan tahun 2025 sebesar 13,83 persen dan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya di angka 8,47 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa meski proyeksi tahunan melambat, penyaluran kredit baru pada kuartal II 2026 justru mengalami peningkatan signifikan. "Pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis penggunaan, tercermin dari nilai SBT yang meningkat pada Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK)," ungkap Denny.
Peningkatan kredit konsumsi tersebut terutama didorong oleh kenaikan permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 78,20 persen. Sektor Kredit Kendaraan Bermotor dan Kredit Multiguna juga mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun permintaan kartu kredit tercatat melambat.
Memasuki kuartal III 2026, penyaluran kredit baru diperkirakan tetap tumbuh positif dengan nilai SBT mencapai 84,65 persen. Pihak perbankan diprediksi akan memperlonggar standar penyaluran kredit secara bertahap demi mendorong penyaluran kredit modal kerja dan investasi hingga akhir tahun.