Keberhasilan Timnas Prancis melaju sempurna ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak bisa dilepaskan dari ketajaman lini serang mereka. Kombinasi maut antara Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise benar-benar membuat daya gedor tim berjuluk Les Bleus berada di level yang berbeda. Ketiganya tampil sangat padu dan menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan tim lawan mana pun.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, performa impresif trio lini serang Prancis ini seakan menciptakan dejavu atas lahirnya trio maut legendaris yang pernah dimiliki Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002 silam. Prancis kini sukses menulis ulang cerita keemasan tersebut melalui skema penyerangan yang sangat variatif dan mematikan.
Dalam taktik yang diterapkan oleh pelatih Didier Deschamps, Kylian Mbappe tampil selayaknya pembunuh andal di kotak penalti lawan berkat kualitas penyelesaian akhir yang luar biasa. Sementara itu, Ousmane Dembele sangat ahli membuyarkan struktur pertahanan musuh lewat pergerakan elitnya tanpa bola. Melengkapi komposisi tersebut, Michael Olise tampil bak penyihir dengan kreativitasnya yang luar biasa dalam mengolah si kulit bundar.
Dari pantauan redaksi, kegilaan Prancis dalam menjebol gawang lawan sudah terlihat sejak matchday perdana. Tim asuhan Didier Deschamps itu mampu menyapu bersih seluruh laga babak penyisihan dengan kemenangan meyakinkan, serta minimal mencetak tiga gol dalam setiap pertandingan. Swedia menjadi korban terbaru dari keganasan performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Mbappe dan kawan-kawan.
Menurut analisis dari seorang pengamat sepak bola asal Semarang, Gigih W, potensi daya ledak Prancis memang sudah diprediksi sejak awal. Kemewahan komposisi skuad yang mengelilingi Kylian Mbappe sebagai superstar utama dinilai menjadi kunci utama keberhasilan taktik Les Bleus.
""Di Piala Dunia sekarang, Mbappe punya peran sebagai pemain nomor sembilan alias target man. Dibantu pemain sekelas Dembele dan Olise, Mbappe tetap akan menjadi tumpuan bagi Deschamps. Deschamps ini kan tipe pelatih seperti Ancelotti, ia akan membangun kualitas timnya dengan pemain kunci yang ia miliki, dan kalau di Prancis, ya Kylian Mbappe,"" ungkap Gigih saat berbincang di Podcast Super Taktik Tribunnews.
Jika menilik statistik gol yang telah dibukukan Prancis sejak laga perdana babak penyisihan hingga fase gugur, sang juara bertahan tercatat telah mengemas total 13 gol. Negara-negara seperti Senegal, Irak, dan yang terbaru Swedia, menjadi korban keganasan armada Didier Deschamps yang masing-masing dipaksa bertekuk lutut dengan gelontoran tiga gol.