Para pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Rabu (1/7/2026). Berdasarkan laporan dari kantor berita Palestina, WAFA, aksi provokatif ini dilakukan di bawah perlindungan dan pengamanan ketat dari aparat kepolisian Israel.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pernyataan resmi dari Pemerintah Yerusalem, puluhan pemukim Yahudi memasuki kompleks suci tersebut, berkeliling di area halaman, serta melakukan ritual Talmud. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tindakan ini dinilai memicu eskalasi konflik yang kian meruncing antara pihak Palestina dan Israel di wilayah pendudukan.
Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sebaliknya, umat Yahudi mengklaim kawasan tersebut sebagai Bukit Bait Suci, yang mereka yakini sebagai lokasi berdirinya dua kuil Yahudi kuno di masa lalu.
Dari pantauan redaksi, warga Palestina memandang aksi penggerebekan yang terus berulang ini sebagai upaya sistematis dari Israel untuk men-Yahudikan Yerusalem Timur yang diduduki, serta menghapus identitas Arab dan Islam. Pihak Palestina menegaskan bahwa Yerusalem Timur merupakan ibu kota masa depan negara mereka, sesuai dengan berbagai resolusi internasional.
Menurut data yang dihimpun dari Middle East Eye, akses dan pengelolaan Kota Tua di Yerusalem Timur sejatinya diatur melalui kesepakatan internasional yang dikenal sebagai Status Quo. Namun, sejak menduduki wilayah tersebut pada tahun 1967, pemerintah Israel dinilai secara bertahap melemahkan aturan tersebut sehingga memicu ketegangan yang terus meningkat sejak 2023.
Dalam beberapa tahun terakhir, pihak otoritas Israel dilaporkan kerap membatasi akses beribadah bagi umat Muslim, terutama saat hari raya keagamaan berlangsung bersamaan dengan hari raya Yahudi. "Pasukan keamanan sering kali memaksa jemaah Palestina keluar dari kompleks demi memberikan jalan bagi kelompok pemukim Israel," menurut laporan saksi mata di lapangan.