Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos IX Sagaranten menggunakan cara tidak biasa untuk menyelamatkan seekor sapi pejantan berbobot sekitar 500 kilogram yang terperosok ke dalam sumur sedalam enam meter di Kampung Cihaur, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Alih-alih mengandalkan alat berat atau menarik paksa, petugas justru membanjiri sumur dengan ribuan liter air agar tubuh sapi terangkat ke permukaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Petugas Damkar Sagaranten, Yusuf, menjelaskan bahwa sapi milik warga bernama Gojali tersebut awalnya sedang digembalakan sebelum akhirnya lepas. "Sapi itu kan awalnya ditambat. Kemungkinan talinya lepas pas lagi diangon. Karena lokasi kandangnya cuma berjarak sekitar 15 meter dari sumur tua itu, sapinya jalan mau balik ke kandang sendiri. Tapi di tengah jalan malah terperosok ke dalam sumur," kata Yusuf saat dikonfirmasi.
Laporan kejadian diterima Pos IX Sagaranten sekitar pukul 17.00 WIB. Empat personel damkar langsung diterjunkan dan tiba di lokasi dalam waktu 10 menit. Setibanya di lokasi, petugas mendapati sapi berada di dasar sumur tua berdiameter sempit dengan posisi membujur. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menarik secara langsung sangat berisiko melukai hewan maupun membahayakan petugas.
Menyadari keterbatasan peralatan yang hanya membawa webbing dan alat towing, petugas memutuskan untuk menerapkan teknik penggenangan air. "Kalau cuma ditarik otot, bobotnya setengah ton, ruangnya juga sempit. Akhirnya kita pakai teknik penggenangan. Kita tahu sifat alami tubuh sapi itu kalau di dalam air bisa mengapung," jelas Yusuf.
Petugas kemudian mengalirkan air dari armada pemadam ke dalam sumur hingga menghabiskan sebanyak tiga tangki air. Strategi tersebut membuah hasil manis. Seiring naiknya volume air, tubuh sapi perlahan ikut terangkat mendekati bibir sumur sehingga memudahkan petugas mengamankannya dengan tali webbing serta alat derek.
Setelah melalui proses penyelamatan selama kurang lebih tiga jam, sapi seberat setengah ton tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup pada pukul 20.12 WIB. Seluruh personel damkar dipastikan selamat tanpa cedera, meskipun sapi mengalami dugaan patah kaki belakang akibat benturan saat pertama kali jatuh terperosok.