Ketegangan di internal sepak bola Prancis kian memanas setelah Presiden Ligue de Football Professionnel (LFP), Vincent Labrune, memberikan respons menohok terhadap kritik yang dilontarkan oleh bos RC Lens, Joseph Oughourlian. Mantan Presiden OM tersebut menolak tegas anggapan bahwa krisis dan kesulitan yang dialami sepak bola Prancis saat ini murni akibat kesalahan LFP dan dewan komisarisnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Labrune menegaskan bahwa LFP bukanlah lembaga yang berdiri sendiri tanpa melibatkan para anggotanya. Menurutnya, seluruh kebijakan besar yang diambil merupakan hasil diskusi mendalam dan kesepakatan bersama klub-klub profesional di Prancis.
"Saya tidak bisa membiarkannya membangun opini bahwa kesulitan sepak bola Prancis semata-mata hasil keputusan Ligue dan dewan direksinya. Ligue adalah klub-klub itu sendiri. Keputusan besar didiskusikan berjam-jam, diperdebatkan, lalu divoting. Banyak keputusan yang dia kritik hari ini diambil dengan mayoritas sangat besar, sering kali bersama dirinya, bahkan terkadang secara aklamasi," tegas Labrune seperti dikutip dari L'Equipe.
Tak berhenti di situ, Labrune juga menyoroti sikap Oughourlian terkait usulan reformasi tata kelola sepak bola yang dinilainya tidak mencerminkan suara mayoritas. Ia menilai Oughourlian kerap menganggap pihak yang berbeda pandangan dengannya sebagai pihak yang tidak kompeten.
"Joseph Oughourlian tampaknya menganggap semua orang yang tidak sependapat dengannya sebagai orang tidak kompeten atau buta. Mengenai reformasi tata kelola yang dia bela, sebanyak 22 klub profesional telah secara terbuka menyatakan penolakan. Anda tidak bisa mengklaim berbicara atas nama sepak bola Prancis ketika mayoritas besar pelakunya mengatakan hal yang sebaliknya," pungkas Labrune.