Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta berlangsung sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Babak pertama laga yang sangat dinantikan ini diwarnai dengan ketegangan tinggi, pelanggaran keras, dan adu mulut antarpemain, meskipun belum ada satu pun gol yang tercipta hingga turun minum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Atmosfer panas langsung terasa di stadion mengingat ini adalah kali pertama sang juara bertahan, Argentina, menghadapi tim peringkat 10 besar dunia di turnamen ini. Benturan fisik dan protes keras mewarnai jalannya laga, membuat wasit harus bekerja ekstra keras untuk meredam emosi para pemain dari kedua belah kubu.
Ketegangan memuncak pada menit ke-38 saat pemain Inggris, Anderson, menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bintang Argentina, Lionel Messi. Pelanggaran tersebut sempat memicu kericuhan kecil karena para pemain dari kedua tim langsung berkerumun dan saling dorong di tengah lapangan.
Tak berselang lama, giliran Argentina yang mendapatkan kartu kuning pada menit ke-42. Martinez dihukum kartu oleh wasit setelah kedapatan menarik jersi Rogers secara sengaja. Martinez sempat melayangkan protes keras atas keputusan tersebut sebelum akhirnya pertandingan dapat dilanjutkan kembali.
Secara statistik di babak pertama, Argentina lebih mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 56 persen, berbanding 44 persen milik Inggris. Kendati demikian, ketatnya pertahanan kedua tim membuat tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang tercipta sepanjang paruh pertama.
Pertarungan fisik yang intens juga tercermin dari jumlah pelanggaran yang ditiup oleh wasit. Inggris tercatat melakukan 7 kali pelanggaran, sementara Argentina tampil lebih agresif dengan melakukan 12 kali pelanggaran sepanjang 45 menit pertama.