Kegagalan Prancis lolos ke babak final Piala Dunia 2026 setelah disingkirkan oleh Spanyol menyisakan berbagai sorotan tajam dari para pengamat sepak bola. Salah satu hal yang paling krusial dan menjadi perbincangan hangat adalah menyoal macetnya keran gol bintang utama sekaligus kapten Les Bleus, Kylian Mbappe.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lapangan, ketajaman Kylian Mbappe seakan menghilang secara misterius di kala Prancis sangat membutuhkan golnya pada laga semifinal melawan Spanyol yang berlangsung Rabu (15/7/2026). Alih-alih tampil menggila seperti laga-laga sebelumnya, performa sang penyerang justru tampak tidak maksimal ketika berhadapan dengan kokohnya lini belakang Spanyol.
Menurut data statistik pertandingan, jumlah keberadaan Kylian Mbappe di kotak penalti tim lawan pada babak pertama tercatat hanya satu kali. Ironisnya, angka tersebut justru kalah banyak jika dibandingkan dengan jumlah offside yang ia alami, yakni sebanyak dua kali. Pemain anyar Real Madrid itu benar-benar kesulitan mendapatkan ruang tembak yang ideal.
Dari pengamatan tim redaksi, sang kapten hampir tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk melepaskan tembakan berbahaya ke arah gawang Spanyol selama kurun waktu 80 menit laga berjalan. Meskipun pada akhir-akhir pertandingan ia sempat menciptakan beberapa peluang emas, momentum tersebut dinilai sudah sangat terlambat bagi negaranya.
Prancis pun akhirnya harus mengubur impian mereka untuk melaju ke partai puncak setelah dibungkam dengan skor meyakinkan 2-0 oleh Spanyol. Kekalahan dari rival terberat mereka dalam laga dini hari tadi sekaligus memastikan kepulangan anak asuh Didier Deschamps lebih awal.
Tumpulnya ketajaman lini serang Prancis, khususnya Kylian Mbappe saat melawan Spanyol, dinilai sangat mengejutkan mengingat ia merupakan pusat dari strategi permainan tim. Sepanjang turnamen, pergerakan dan keputusan sang pemain selalu menjadi penentu arah serangan juara dunia dua kali tersebut.
"Di Piala Dunia sekarang, Mbappe punya peran sebagai pemain nomor sembilan alias target man. Dibantu pemain sekelas Dembele dan Olise, Mbappe menjadi tumpuan bagi Deschamps," ungkap pengamat sepak bola, Gigih, dalam sebuah sesi podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Hasil buruk ini tidak hanya menghentikan langkah Prancis untuk mencetak sejarah lolos ke final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun. Kegagalan mencetak gol ini juga diprediksi akan mengancam serta membahayakan peluang besar Kylian Mbappe untuk menyabet gelar top skor, baik untuk edisi turnamen kali ini maupun rekor sepanjang masa.