Kabayan News Kabayan News
/home / berita / 10 Transfer Terburuk Chelsea di Era...
BERITA

10 Transfer Terburuk Chelsea di Era BlueCo: Dari Sterling hingga Mudryk

Infografis deretan pemain transfer terburuk Chelsea di era kepemilikan konsorsium BlueCo

Infografis deretan pemain transfer terburuk Chelsea di era kepemilikan konsorsium BlueCo

Empat tahun setelah BlueCo memulai proyek ambisius mereka di Stamford Bridge, Chelsea tercatat telah menggelontorkan dana transfer luar biasa mencapai 1,9 miliar poundsterling atau sekitar 2,5 miliar dolar AS untuk mendatangkan pemain baru. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pendekatan transfer yang dinilai serampangan ini menghasilkan beberapa keputusan rekrutan yang sangat buruk. Meski ada beberapa kisah sukses seperti Cole Palmer dan Moises Caicedo, kegagalan fatal yang memakan biaya besar jauh lebih mendominasi kebijakan transfer klub asal London Barat tersebut.

Beberapa nama besar masuk ke dalam daftar rekrutan terburuk di era kepemilikan Todd Boehly dan Behdad Eghbali ini. Carney Chukwuemeka menjadi salah satu nama yang masuk daftar karena masa baktinya di Chelsea berjalan tanpa kontribusi berarti. Begitu pula dengan Christopher Nkunku yang diboyong seharga 52 juta poundsterling dari RB Leipzig pada tahun 2023 dengan harapan menjadi ujung tombak lini serang, namun penampilannya di lapangan justru jauh dari ekspektasi akibat badai cedera.

Dari pantauan redaksi, kejutan besar terjadi pada bursa transfer musim panas lalu ketika Chelsea memanfaatkan situasi pasar untuk merekrut Alejandro Garnacho dari Manchester United seharga 40 juta poundsterling setelah tersingkir dari rencana Ruben Amorim. Namun, kepindahan pemain sayap asal Argentina tersebut terbukti menjadi pemborosan waktu yang nyata karena ia gagal menembus skuad utama di bawah asuhan Enzo Maresca maupun Liam Rosenior. Chelsea kini dilaporkan siap melepasnya demi memangkas kerugian transfer.

Kasus kegagalan transfer lainnya juga menimpa striker veteran Pierre-Emerick Aubameyang dan bek tangguh Kalidou Koulibaly. Aubameyang, yang didatangkan atas permintaan khusus Thomas Tuchel, langsung kehilangan tempat setelah sang manajer dipecat sehari setelah debutnya. Sementara itu, Koulibaly yang kesulitan beradaptasi dengan atmosfer Premier League akhirnya langsung dilepas ke klub Arab Saudi, Al-Hilal, setelah hanya bertahan selama satu musim di Stamford Bridge.

Pembelian Raheem Sterling senilai 47,5 juta poundsterling dari Manchester City yang digadang-gadang menjadi wajah baru era BlueCo justru berakhir tragis setelah sang pemain diasingkan ke skuad cadangan oleh Enzo Maresca sebelum kontraknya diputus pada Januari 2026. Nasib serupa juga dialami Joao Felix yang kembali direkrut pada 2024 namun hanya bertahan setengah musim sebelum dipinjamkan ke AC Milan dan akhirnya dilepas permanen ke Al-Nassr. Rekrutan instan lainnya seperti Facundo Buonanotte dan Deivid Washington juga gagal memberikan dampak instan bagi tim.

Puncak dari kegagalan investasi terbesar BlueCo jatuh pada sosok Mykhailo Mudryk yang didatangkan dari Shakhtar Donetsk senilai 89 juta poundsterling pada Januari 2023. Menurut laporan terbaru, pemain sayap asal Ukraina tersebut saat ini sedang menjalani hukuman larangan bermain selama empat tahun akibat pelanggaran doping yang dijatuhkan oleh Football Association pada April 2026. Meskipun Mudryk sedang mengajukan banding, sangat kecil kemungkinan bagi para penggemar untuk melihatnya kembali mengenakan seragam biru Chelsea.

// TOPICS
#chelsea #blueco #liga_inggris #transfer_pemain #mykhailo_mudryk #raheem_sterling #todd_boehly
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.