Pemain berbakat Erica Parkinson baru berusia 12 tahun ketika ia memaparkan target besarnya kepada seorang pelatih mental yang telah membimbingnya selama enam tahun terakhir. "Saya ingin bermain untuk tim nasional Inggris di Piala Dunia," tegasnya saat itu. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, mimpi tersebut kini mendekati kenyataan setelah ia menjadi pemain termuda yang dipanggil ke skuad Lionesses di bawah asuhan Sarina Wiegman dan baru saja resmi bergabung dengan North Carolina Courage di kompetisi NWSL Amerika Serikat.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah strategis ini rupanya terinspirasi dari dunia rugby. Tim legendaris All Blacks asal Selandia Baru sempat mengalami penurunan performa setelah menjuarai Piala Dunia Rugby 1987. Namun, melalui kerja sama dengan Gazing Performance yang menerapkan prinsip "Red2Blue", mereka berhasil mengubah stres dan kecemasan menjadi fokus yang jernih. Menurut CEO Gazing, Martin Fairn, metode penataan mental inilah yang kemudian menarik perhatian ayah Parkinson untuk memberikan pelatihan serupa kepada Erica dan kakaknya, Denis.
Martin Fairn mengenang kembali percakapan pertamanya dengan sang pemain. "Ketika Anda bertemu seseorang seperti Erica, dia berbeda," ujar Fairn saat diwawancarai. Ia menjelaskan bahwa mentalitas adalah sebuah keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih oleh siapa saja, baik anak berusia 12 tahun maupun orang dewasa berusia 50 tahun. Pemahaman inilah yang memicu semangat kompetitif dalam diri Parkinson hingga ia mampu melewati berbagai lompatan karier dengan adaptasi yang luar biasa.
Dari pantauan redaksi, adaptasi Parkinson memang teruji di berbagai level. Ia berkembang melalui akademi putra di Portugal, menembus sepak bola senior bersama Valadares Gaia, hingga melewati setiap kategori umur timnas Inggris sebelum akhirnya dipanggil ke tim senior. Setiap kali naik kelas, Parkinson selalu mempersiapkan dirinya agar siap menghadapi segala tekanan, baik di dalam maupun di luar lapangan pertandingan.
Kematangan mental tersebut akan menjadi modal berharga di NWSL, salah satu liga wanita terbaik dunia yang dihuni bintang-bintang kelas dunia seperti Trinity Rodman, Barbra Banda, dan Temwa Chawinga. "Sejak momen pertama saya berbicara dengan klub, saya pikir mereka sangat terorganisasi," kata Parkinson saat diperkenalkan oleh klub. Ia menambahkan bahwa gaya permainan menyerang North Carolina Courage sangat selaras dengan visinya sebagai pesepak bola.
Meskipun usianya masih muda, Parkinson diyakini mampu memberikan dampak instan bagi kreativitas serangan tim asuhan Mak Lind. Kualitasnya telah terbukti saat dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di Liga BPI Portugal musim 2024-2025. Jika ia mampu mempertahankan performa apiknya di Amerika Serikat, peluangnya untuk terus masuk dalam rencana taktik Sarina Wiegman menuju Piala Dunia tahun depan akan terbuka sangat lebar.