Memasuki momentum tahun ajaran baru 2026, aktivitas transaksi jual beli di Pasar Buku Taman Pintar Yogyakarta masih belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Dari pantauan redaksi di lokasi, kondisi pasar tampak lengang dan jauh dari ekspektasi para pelaku usaha yang berharap dapat memanen omzet di periode pergantian tahun ajaran sekolah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan ling, salah satu pedagang di Pasar Buku Taman Pintar, tingkat kunjungan pembeli pada periode ini relatif sama dengan hari-hari biasa. Menurutnya, pergeseran pola konsumsi menjadi alasan utama minimnya interaksi jual beli secara langsung, di mana mayoritas siswa sekolah saat ini tidak lagi mendatangi toko fisik untuk mendapatkan buku pelajaran.
"Pembeli sekarang tidak terlalu banyak. Walaupun sudah memasuki tahun ajaran baru, siswa yang membeli buku di sini hampir tidak ada," ungkap ling saat ditemui di lapaknya.
Menurut pengamatan tim redaksi, segmentasi pembeli yang meramaikan pasar kini didominasi oleh kalangan calon mahasiswa. Mereka umumnya berburu buku panduan persiapan ujian masuk perguruan tinggi, serta kolektor yang berburu buku-buku terbitan lama yang tergolong langka dan sulit ditemukan di toko modern.
Menurut pelaku usaha di kawasan tersebut, lesunya transaksi pasar secara langsung berdampak pada pendapatan harian yang sekadar cukup untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Maraknya platform belanja daring atau e-commerce disinyalir menjadi faktor dominan yang menekan keterisian pengunjung di pusat penjualan buku legendaris Yogyakarta tersebut.
Berdasarkan penuturan salah seorang pembeli di lokasi, keberadaan toko fisik sebenarnya masih dinilai memiliki keunggulan tersendiri. Pembeli memilih datang langsung karena bisa memeriksa kondisi fisik buku secara rinci sekaligus berburu literatur klasik yang sukar dicari di toko digital.
Para pedagang berharap minat masyarakat untuk bertransaksi secara langsung dapat kembali pulih. Mereka optimistis keberadaan Pasar Buku Taman Pintar Yogyakarta tetap relevan sebagai rujukan utama berburu koleksi literatur yang lengkap dan langka.