Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / SMKN 3 Yogyakarta Siap Dukung...
EKONOMI

SMKN 3 Yogyakarta Siap Dukung Produksi Becak Listrik Bekalista

Siswa SMKN 3 Yogyakarta merakit komponen Becak Kayuh Listrik Wisata Bekalista di bengkel sekolah

Siswa SMKN 3 Yogyakarta merakit komponen Becak Kayuh Listrik Wisata Bekalista di bengkel sekolah

Pendidikan vokasi kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan nasional. Berdasarkan pantauan redaksi, melalui program Teaching Factory, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Yogyakarta kini dipercaya menjadi bagian penting dalam proses produksi Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista). Kendaraan ramah lingkungan tersebut diproyeksikan menjadi alternatif masa depan untuk menggantikan Becak Motor (Bentor) di wilayah Yogyakarta.

Peluncuran Bekalista berlangsung meriah di Alun-alun Kidul Yogyakarta pada Kamis, 16 Juli 2026. Menurut pengamatan tim redaksi di lokasi, inovasi transportasi ini diresmikan langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ir. Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D., bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Proyek ini dinilai berhasil menggabungkan pelestarian budaya, penerapan teknologi modern, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam proyek strategis tersebut, Teaching Factory SMKN 3 Yogyakarta memegang peranan vital dalam pembuatan sejumlah komponen, pengelasan rangka, pengecatan, perakitan, hingga pengujian kendaraan agar layak dioperasikan. Keterlibatan aktif sekolah ini menjadi wujud nyata dari implementasi pembelajaran berbasis industri yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata sektor usaha saat ini.

Wakil Kepala SMKN 3 Yogyakarta Bidang Teaching Factory dan Unit Produksi, Drs. Winih Wicaksono, M.T., mengatakan seluruh proses produksi melibatkan guru dan peserta didik secara langsung sesuai dengan standar ketat industri. "Sebagai bagian dari ekosistem pengembangan Bekalista, Teaching Factory SMKN 3 Yogyakarta berkontribusi dalam pembuatan beberapa sparepart, jasa pengelasan frame, pengecatan, perakitan, dan pengujian untuk memastikan Bekalista siap dioperasikan. Hal ini merupakan implementasi nyata pembelajaran berbasis industri yang melibatkan guru dan murid secara langsung," ujarnya.

Dari pantauan redaksi, proyek besar Bekalista ini berhasil mengolaborasikan empat program keahlian sekaligus di SMKN 3 Yogyakarta, yakni Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Teknik Listrik, dan Teknik Mesin. Sebanyak 12 guru bersama sekitar 25 hingga 30 peserta didik dikerahkan untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan produksi dengan menerapkan prosedur kerja standar industri manufaktur.

Selama proses pengerjaan berjalan, proyek ini mendapat pendampingan intensif dari PT Langit Biru Istimewa (LBI) dan PT Yogya Presisi Teknika Indonesia (YPTI). Kedua perusahaan mitra tersebut melakukan pengawasan mutu yang ketat terhadap komponen maupun produk akhir sehingga setiap unit Bekalista yang dihasilkan memenuhi standar kelayakan operasional yang aman.

Menurut Winih, pengalaman terlibat dalam proyek industri nyata memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para siswa. "Murid dibekali kemampuan membaca gambar teknik, melakukan stok opname, mengoperasikan peralatan mekanik dan elektrik, serta memahami sistem kerja Bekalista. Selain itu, mereka juga dibiasakan menerapkan budaya industri melalui penerapan 5R dan membangun ekosistem kerja yang sehat," katanya menambahkan terkait prinsip Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.

Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., menilai kepercayaan yang diberikan kepada institusinya merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus pembuktian konkret. "Kepercayaan ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi nyata bagi kebutuhan bangsa melalui karya dan kompetensi yang dimiliki," tutur Widada tegas.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan sektor pendidikan vokasi ini. Ia menyebut pembangunan kendaraan wisata tersebut melibatkan 100 persen tenaga lokal Yogyakarta. "Bengkel induknya dipercayakan di SMK Negeri 3 Yogyakarta," ucapnya. Purbaya juga berharap pihak sekolah dapat terus mendukung keberlanjutan ekosistem Bekalista ke depan.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Bekalista merupakan hasil kolaborasi solid antara pemerintah, dunia pendidikan vokasi, pelaku usaha, dan komunitas pengemudi. Menurut Sultan, keberhasilan SMKN 3 Yogyakarta dalam proyek ini semakin memperkuat posisi strategis pendidikan vokasi sebagai mitra andalan dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi kemajuan pembangunan Indonesia.

// TOPICS
#smkn_3_yogyakarta #bekalista #becak_listrik #vokasi #yogyakarta #inovasi_transportasi #kementerian_keuangan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.