Mayoritas masyarakat Amerika Serikat ternyata memiliki pandangan positif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini terungkap dari hasil survei nasional terbaru yang dilakukan oleh HarrisX dan diperoleh secara eksklusif oleh The Post.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam survei yang melibatkan 2.011 pemilih terdaftar di seluruh negeri pada Juli 2026 tersebut, sebanyak 56 persen responden menyatakan memiliki pandangan positif terhadap AI. Sementara itu, hanya 36 persen responden yang mengaku memiliki pandangan tidak menyenangkan terkait teknologi tersebut.
Hasil jajak pendapat ini menunjukkan optimisme publik yang cukup tinggi di tengah gempuran pemberitaan media mengenai kontroversi data center dan potensi gejolak ekonomi. Sebanyak 72 persen responden setuju bahwa AI dapat membantu manusia menghemat waktu untuk tugas-tugas repetitif, dan 71 persen meyakini bahwa AI merupakan awal dari revolusi industri baru.
"Masyarakat Amerika sebenarnya cukup optimistis mengenai manfaat yang akan dibawa AI ke dalam kehidupan mereka, mulai dari terobosan medis hingga pertumbuhan ekonomi," ujar Nathan Leamer, Direktur Eksekutif Build American AI.
Survei yang diprakarsai oleh kelompok advokasi nirlaba Build American AI ini memperlihatkan bahwa kekhawatiran publik terhadap penolakan AI tergolong berlebihan. Build American AI sendiri merupakan bentukan dari super PAC pro-teknologi Leading The Future yang didukung tokoh industri ternama seperti Presiden OpenAI Greg Brockman, co-founder Palantir Joe Lonsdale, serta Andreessen Horowitz.
Selain optimisme ekonomi, responden juga melihat potensi AI dalam persaingan global dan kesehatan. Sebanyak 61 persen responden setuju bahwa AI dapat membantu menyembuhkan penyakit dan mempercepat riset sains, sementara 64 persen yakin AI akan meningkatkan daya saing AS terhadap China.
Meski demikian, perdebatan terkait risiko keselamatan AI masih cukup ketat. Sebanyak 53 persen pemilih menilai AS harus bergerak cepat mengembangkan AI meskipun ada risiko karena negara asing juga mengembangkannya, berbanding 47 persen yang tidak setuju.
Pembangunan data center AI belakangan ini kerap mendapat kritik tajam terkait konsumsi energi dan dampak lingkungan. Bahkan di New York, Gubernur Kathy Hochul sempat menandatangani perintah eksekutif moratorium satu tahun untuk pembangunan data center, langkah yang mendapat penentangan kuat dari para pemimpin bisnis lokal hingga Presiden Trump.