Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Indonesia Jadi Anggota Pendiri...
BERITA

Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO, Dorong AI yang Inklusif

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 20 Juli 2026
Menko Airlangga Hartarto saat penandatanganan pembentukan organisasi AI global WAICO di Shanghai

Menko Airlangga Hartarto saat penandatanganan pembentukan organisasi AI global WAICO di Shanghai

Indonesia menorehkan tonggak sejarah baru dalam kancah teknologi global dengan resmi menjadi salah satu negara pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO). Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pembentukan organisasi tersebut bersama 28 negara lainnya di Shanghai, China.

Keikutsertaan ini menegaskan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang inklusif. Melalui kerja sama internasional, Indonesia berharap manfaat teknologi canggih ini dapat dirasakan secara merata tanpa memperlebar jurang kesenjangan digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam WAICO bukan sekadar simbolis. Indonesia ingin berperan aktif dalam merumuskan norma dan tata kelola AI yang bertanggung jawab di tingkat dunia.

"Partisipasi Indonesia mencerminkan komitmen kami untuk membangun tata kelola dan norma bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI). Yang terpenting, kami ingin memastikan bahwa pengembangan AI bersifat inklusif, dengan tanggung jawab bersama untuk membawa manfaat bagi semua," ujar Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Shanghai, Jumat (17/7/2026).

Upacara penandatanganan dokumen pembentukan WAICO itu sendiri telah berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026. Airlangga hadir langsung mewakili Indonesia dalam momentum penting yang melibatkan total 29 negara pendiri tersebut.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam pengembangan teknologi masa depan. Ia mengutip pesan Presiden China Xi Jinping saat membuka Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) yang menyatakan bahwa pengembangan AI harus menjadi kerja sama multisentral.

"Dalam upacara pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC), Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa AI seharusnya bukan menjadi pertunjukan solo satu negara, melainkan sebuah simfoni kerja sama global," kata Airlangga menjelaskan.

Lebih lanjut, Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia siap mengambil peran sebagai penjembatan kemampuan teknologi antarnegara. Sebagai anggota pendiri, Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat untuk memastikan pengembangan AI sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM melalui alih teknologi dan akses data.

Langkah ini juga dinilai sangat strategis bagi masa depan ekonomi digital Indonesia yang terus melejit. Potensi ekonomi digital nasional diproyeksikan menembus angka 130 miliar dolar AS pada akhir tahun ini, dan melonjak tajam hingga 360 miliar dolar AS pada tahun 2030 mendatang.

Selain peresmian WAICO, momentum kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan bilateral. Indonesia dan China telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) ekonomi yang dilakukan oleh Airlangga bersama Menteri Perdagangan China Wang Wentao, guna mendongkrak nilai perdagangan kedua negara yang tahun lalu mencapai 160 miliar dolar AS.

Topics
waico airlangga hartarto kecerdasan buatan artificial intelligence ekonomi digital kerja sama internasional teknologi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.