Aksi penipuan menggegerkan warga Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Seorang pria yang mengaku sebagai arsitek kaya raya dan berjanji menikahi seorang janda setempat ternyata merupakan penipu ulung yang sudah beraksi sebanyak 17 kali di wilayah Jawa Barat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengumbar janji manis akan membangun rumah baru dan menggelar pernikahan mewah. Namun belakangan terungkap, motif utama pelaku bertindak nekat semata-mata hanya demi bisa menumpang hidup dan mendapatkan makan gratis di rumah para korbannya.
Kasatreskrim Polres Garut Ajun Komisaris Herman Saputra menjelaskan bahwa penyidik masih terus mendalami motif detail serta melacak jejak rekam kejahatan pelaku. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ada barang berharga milik korban yang digondol oleh pelaku.
"Motifnya masih kami dalami. Dugaan sementara pelaku hanya ingin numpang hidup di rumah korban. Dari hasil penyelidikan juga tidak ditemukan adanya barang milik korban yang dibawa pelaku," ujar Herman saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (20/7/2026).
Dalam menjalankan kejahatannya, pelaku menyamar sebagai arsitek sekaligus kontraktor sukses. Ia membujuk korban beserta keluarga dengan dalih rumah lama calon mertuanya sudah tidak layak untuk menyambut tamu-tamu penting dan relasi bisnis yang akan hadir di pesta pernikahan.
Terpikat oleh tipu daya tersebut, korban bernama Mimin (46), warga Kampung Cihonje, Desa Banjarwangi, bahkan merobohkan rumahnya sendiri dibantu warga sekitar. Pelaku berjanji akan membangun kembali rumah baru yang jauh lebih megah beserta sebuah masjid.
Namun nahas, setelah kediaman Mimin rata dengan tanah, janji manis sang arsitek gadungan tak kunjung terbukti. Warga yang curiga karena pelaku terus mengulur waktu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian hingga pelaku berhasil diamankan.
Saat ini Polres Garut terus melakukan pengembangan penyelidikan guna mengusut tuntas kemungkinan adanya korban penipuan lain yang terjerat modus serupa di wilayah Jawa Barat.