Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Siswa SDN Cadasleeur Bogor Belajar...
BERITA

Siswa SDN Cadasleeur Bogor Belajar di Bawah Bayang Atap Ambruk

Kondisi atap dan plafon rusak berat di SDN Cadasleeur Bogor yang mengancam keselamatan siswa

Kondisi atap dan plafon rusak berat di SDN Cadasleeur Bogor yang mengancam keselamatan siswa

Kecemasan mendalam menggelayuti Juju Juhaeriah setiap kali malam tiba. Sebagai Kepala SD Negeri Cadasleeur yang berlokasi di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, ia mengaku kerap tidak bisa tidur nyenyak karena terus mengkhawatirkan keselamatan anak didiknya saat proses belajar mengajar berlangsung keesokan harinya.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dari tujuh ruangan yang dimiliki sekolah yang bertetangga dengan kawasan tambang emas Pongkor ini, empat di antaranya mengalami kerusakan sangat berat. Kondisi plafon dan genting yang sudah lapuk membuat material bangunan sering tiba-tiba berjatuhan di tengah kegiatan belajar.

"Alhamdulillah, kegiatan belajar setiap hari berjalan lancar. Tetapi kami selalu waswas karena material plafon dan genting sering berjatuhan," ujar Juju saat berbincang dengan detikJabar, Rabu (15/7/2026). Juju yang baru setahun memimpin sekolah ini menyebut kerusakan bangunan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya.

Keterbatasan ruang kelas membuat pihak sekolah tidak memiliki pilihan lain selain tetap menggunakan salah satu ruang kelas yang rusak berat tersebut. Untuk menyiasati keterbatasan tempat dan meminimalkan risiko, pihak sekolah terpaksa membagi jadwal belajar mengajar menjadi sif pagi dan sore bagi para murid.

Bahaya runtuhnya material bangunan ini pun bukan sekadar isapan jempol. Juju menceritakan bahwa dirinya, para guru, hingga beberapa murid pernah tertimpa serpihan plafon pada bagian kepala. Beruntung sejauh ini belum ada korban yang mengalami luka serius, namun pihak sekolah menyadari bahwa keberuntungan tersebut bisa habis kapan saja.

Kondisi ini juga membuat para orang tua murid diliputi rasa waswas yang sama. Meski demikian, mereka tidak memiliki alternatif lain karena keterbatasan ekonomi, di mana mayoritas warga sekitar bekerja sebagai buruh. Terlebih, SDN Cadasleeur tidak memiliki lahan cadangan yang cukup luas untuk mendirikan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara.

Ironisnya, di tengah keterbatasan fasilitas dan ancaman keselamatan, minat warga untuk menyekolahkan anaknya di SDN Cadasleeur justru terus meningkat. Tahun ini, jumlah murid kelas I melonjak menjadi 47 anak, yang kian memperberat beban kapasitas ruang kelas yang aman dan layak digunakan.

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali mengajukan proposal perbaikan ke pemerintah daerah setiap tahunnya, namun rehabilitasi menyeluruh yang diharapkan tak kunjung terealisasi. Selama ini, sekolah hanya mengandalkan dana BOS yang sangat terbatas serta bantuan minor dari PT Antam yang belum mampu menyentuh perbaikan struktur utama bangunan.

Kini, Juju dan para guru hanya bisa berharap agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki sekolah mereka sebelum musibah yang tidak diinginkan benar-benar terjadi. "Saya takut terjadi sesuatu. Setiap hari rasanya waswas," tutup Juju dengan nada penuh kekhawatiran.

// TOPICS
#sdn_cadasleeur #sekolah_rusak #kabupaten_bogor #berita_bogor #dinas_pendidikan #atap_ambruk
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.