Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryanti Deyang, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Berdasarkan pantauan redaksi, pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Nanik melalui akun Facebook pribadinya pada pagi hari. Langkah ini diambil karena masalah kesehatan yang sedang dideritanya, sehingga mengharuskan dirinya fokus menjalani pengobatan medis hingga ke luar negeri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Di tengah kabar mengejutkan mengenai pamitnya sang kepala badan, Nanik sempat membeberkan sedikit bocoran mengenai sosok calon penerusnya. Menurut unggahan yang dikutip di laman Facebook pribadinya, Nanik menyebut bahwa figur penggantinya adalah orang terdekat yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
"Insya Allah pengganti saya adalah "adik saya", di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," tulis Nanik dalam unggahan tersebut. Pernyataan yang menggunakan kata "adik saya" ini lantas memicu berbagai spekulasi publik terkait siapa figur yang akan melanjutkan tongkat kepemimpinan di BGN.
Dari pengamatan tim redaksi, spekulasi publik saat ini mengacu kuat pada nama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Pria yang akrab disapa Mas Dar ini ramai diisukan bakal menjadi sosok yang mengisi posisi Kepala Badan Gizi Nasional selanjutnya menggantikan Nanik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sudaryono merupakan pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985 yang tumbuh dari keluarga petani. Ia memiliki rekam jejak akademis yang cemerlang, mulai dari lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, menempuh pendidikan Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang, hingga meraih gelar S-2 di Swiss German University dan S-3 di IPB.
Sebelum mengakhiri masa tugasnya, Nanik berpesan agar semua pihak terus mengawal dan mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Mari kita dukung program MBG. Bismillah, ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah," pungkas Nanik.