Tottenham Hotspur bergerak sangat aktif di bursa transfer dengan menggelontorkan dana mencapai 237 juta poundsterling untuk mendatangkan enam pemain baru. Pergerakan masif ini tentu memberikan dampak berantai langsung bagi masa depan para pemain muda di kubu The Lilywhites.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Spurs memang membutuhkan suntikan kualitas setelah finis di peringkat ke-17 secara beruntun di Premier League. Namun, manajemen harus berhati-hati agar ambisi jangka pendek ini tidak mengorbankan masa depan klub. Absennya kompetisi Eropa musim ini membuat Tottenham sedikit bernapas lega terkait regulasi pemain lokal (homegrown) dan pembatasan pemain asing yang sempat menyulitkan mereka.
Kendati demikian, jika Tottenham berniat kembali ke kompetisi antarklub Eropa di musim-musim mendatang, masalah ini harus segera diselesaikan. Solusinya adalah dengan mengorbitkan pemain akademi atau merekrut pemain muda untuk dikembangkan. Jika tidak, mereka akan terus kesulitan mendaftarkan pemain dalam skuad yang berisi 25 nama.
Manajer Roberto De Zerbi akan memberikan penilaian langsung dengan dibantu oleh pelatih transisi tim utama Stuart Lewis dan bos U-21 Wayne Burnett. Evaluasi akan berfokus pada kelompok pemain muda berusia antara 17 hingga 21 tahun. Keputusan cepat sendiri sudah diambil untuk Luka Vuskovic yang bergabung ke Brighton senilai 50 juta poundsterling, sementara Alfie Devine dilepas ke Preston lewat klausul opsi 6 juta poundsterling.
Di luar nama-nama mapan seperti Archie Gray, Lucas Bergvall, dan Mathys Tel yang sudah dikenal baik oleh De Zerbi, terdapat 11 pemain muda lain yang nasibnya akan ditentukan. Salah satunya adalah Mikey Moore, peraih gelar Scottish Premiership Young Player of the Year yang tampil gemilang bersama Rangers. Tottenham menegaskan tidak akan menjual winger 18 tahun itu karena memiliki harapan besar pada perkembangannya.
Nama lain yang menjadi sorotan adalah Souza, bek kiri berusia 20 tahun asal Brasil yang dijuluki "Marcelo Baru". Mantan bos Tottenham, Thomas Frank, bahkan sempat menyebutnya sebagai salah satu talenta bek kiri paling cerah di dunia. Namun, kedatangan Andy Robertson musim ini membuat Souza kemungkinan besar akan dipinjamkan demi menit bermain yang reguler.
Striker Will Lankshear juga telah kembali ke Hotspur Way dengan kondisi fisik yang lebih kekar setelah menjalani kerasnya kompetisi Championship. De Zerbi akan melihat langsung kemampuannya di lapangan latihan pekan ini sebelum menentukan apakah sang penyerang akan dibawa dalam tur pramusim ke Selandia Baru dan Australia.
Sementara itu, gelandang Jamie Donley bertekad memikat hati De Zerbi setelah menjalani musim yang cukup berat di Stoke dan Oxford akibat cedera. Pemain timnas Irlandia Utara berusia 21 tahun ini memiliki keunggulan pada kaki kiri, kerja keras, dan fleksibilitas posisi bermain yang bisa menjadi nilai tambah di mata sang manajer.
Nasib kurang beruntung dialami oleh winger Yang Min-hyeok dan bek tengah Kota Takai yang tampaknya akan kembali dipinjamkan karena minimnya menit bermain. Di sisi lain, Ashley Phillips yang tampil impresif bersama Stoke justru berpotensi dilepas secara permanen pada musim panas ini karena menumpuknya antrean bek tengah senior di skuad utama Spurs.
Gelandang muda Callum Olusesi yang sempat mencicipi debut di Premier League dan Champions League musim lalu juga menghadapi situasi serupa. Banyaknya opsi di lini tengah Tottenham membuat kepindahan ke klub lain, seperti ketertarikan dari Torino musim lalu, menjadi opsi yang sangat realistis bagi pemain berusia 19 tahun tersebut.
Untuk talenta yang lebih muda seperti Luca Williams-Barnett dan Jun'ai Byfield yang baru berusia 17 tahun, opsi peminjaman standar dinilai terlalu dini. Kedua pemain ini akan memaksimalkan pramusim untuk mencuri perhatian De Zerbi. Jika para seniornya di level U-21 pergi, mereka berdua bisa menjadi pilihan utama homegrown saat Spurs mengarungi kompetisi domestik seperti Carabao Cup atau FA Cup.