Pria yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan penganiayaan bintang NFL Stefon Diggs, Christopher Griffith, mengklaim telah mengantongi bukti kuat terkait keterlibatan sang atlet dalam aksi pengeroyokan terhadap dirinya di Los Angeles.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, Griffith berencana menambah poin tuduhan baru dalam gugatannya. Bukti tersebut didapatkan langsung dari pihak Diggs selama proses penyerahan dokumen hukum (discovery).
Griffith menyatakan bahwa dirinya memiliki bukti berupa pesan teks dan catatan panggilan telepon dari asisten Diggs. Dokumen tersebut memperlihatkan adanya koordinasi sebelum serangan terjadi, termasuk logistik pemesanan tiket pesawat dan hotel untuk salah satu pelaku pengeroyokan.
Selain itu, catatan telepon juga menunjukkan bahwa Diggs melakukan panggilan kepada pelaku saat penyerangan berlangsung. Panggilan tersebut bertepatan dengan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan pelaku sedang menggunakan ponsel di gedung apartemen milik Griffith.
Tak hanya soal penganiayaan, Griffith juga berniat menambahkan tuduhan pencemaran nama baik. Langkah ini diambil setelah Diggs mengunggah pernyataan di media sosial yang diduga menyindir perselisihan hukum mereka.
Dalam unggahan tersebut, Diggs menuliskan narasi bahwa seseorang telah berbohong dan mencemarkan namanya karena ketahuan mencuri. Diggs juga menyebut tindakan berpura-pura menjadi korban sebagai hal yang tidak masuk akal. Griffith menilai pernyataan itu sangat merugikan nama baiknya.
Seluruh bukti dan poin baru ini dimasukkan ke dalam draf gugatan revisi. Sebelumnya, Griffith mengklaim bahwa Diggs mencekoki obat dan melecehkannya pada Mei 2023 di Maryland. Griffith mengaku menolak tindakan tersebut, hingga akhirnya sekelompok pria diduga menganiayanya seminggu kemudian untuk membungkamnya.
Kasus hukum ini sendiri bermula ketika Stefon Diggs lebih dulu mengajukan gugatan terhadap Griffith. Pemain NFL tersebut menuding Griffith telah merusak reputasinya lewat klaim palsu mengenai tuduhan penyerangan.