Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Iran Ancam Blokir Selat Bab...
BERITA

Iran Ancam Blokir Selat Bab al-Mandeb dan Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Ilustrasi ancaman blokade Selat Bab al-Mandeb oleh kelompok Houthi yang dapat melumpuhkan perdagangan

Ilustrasi ancaman blokade Selat Bab al-Mandeb oleh kelompok Houthi yang dapat melumpuhkan perdagangan

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini memasuki babak baru setelah konflik di Selat Hormuz memicu gangguan parah terhadap lalu lintas pelayaran internasional. Dari pantauan redaksi, perhatian dunia kini beralih ke Selat Bab al-Mandeb yang terancam menjadi titik panas berikutnya dalam eskalasi militer ini.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka memperingatkan bahwa pihak Teheran siap memperluas tekanan terhadap Amerika Serikat (AS) beserta sekutunya. Menurut perwakilan IRGC, langkah ini diambil dengan menargetkan jalur ekspor strategis yang dinilai menguntungkan negara Barat sebagai respons atas blokade angkatan laut oleh militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pejabat Iran dalam beberapa hari terakhir mengisyaratkan kemungkinan untuk meminta kelompok Houthi di Yaman memblokir Selat Bab al-Mandeb. Rencana penutupan ini akan direalisasikan apabila tekanan militer terhadap Iran terus meningkat.

Mengutip pemberitaan dari The Times of Israel, Selat Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden serta Laut Arab. Jalur sempit tersebut menjadi pintu utama bagi distribusi minyak dari kawasan Teluk menuju Terusan Suez, Eropa, hingga negara-negara di Asia.

Kepentingan jalur ini semakin krusial setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terganggu akibat perseteruan Iran dan Amerika Serikat. Menurut pengamatan tim redaksi, banyak kapal tanker minyak yang terpaksa memilih rute Laut Merah sebagai jalur alternatif demi mengamankan ekspor energi, terutama pasokan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kondisi di lapangan semakin memanas setelah kelompok Houthi menuduh Arab Saudi melanggar gencatan senjata dan melancarkan serangan udara ke Bandara Sana'a. Sebagai bentuk balasan, kelompok Houthi segera menembakkan rudal ke arah Arab Saudi dan mengancam akan mengganggu jalur perdagangan internasional yang melintasi Bab al-Mandeb.

Seorang pejabat senior Houthi memperingatkan bahwa apabila konflik terus memburuk, Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb dapat ditutup secara bersamaan melalui koordinasi operasi militer. Menurut analisisnya, skenario terburuk tersebut berpotensi mendorong harga minyak dunia melonjak hingga mencapai 200 dolar AS per barel sekaligus memicu guncangan besar terhadap perekonomian global.

Penutupan jalur vital ini dipastikan tidak hanya mengganggu pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG). Berdasarkan catatan logistik internasional, komoditas penting lainnya seperti gandum, beras, baja, pakaian, produk elektronik, hingga mainan anak-anak ikut terancam tertahan jika blokade benar-benar terjadi.

// TOPICS
#amerika_serikat #selat_hormuz #iran #houthi #selat_bab_al-mandeb #perdagangan_global #krisis_energi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.