Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul menegaskan krusialnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan serta aktivitas anak-anak mereka. Langkah preventif ini dinilai menjadi kunci utama dalam meredam maraknya angka kenakalan remaja yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan Kepala Satpol PP Bantul, Raden Jati Bayu Broto, pihak pemerintah daerah sejauh ini telah rutin menggelar penyuluhan masyarakat, sosialisasi ke sekolah-sekolah, hingga razia minuman keras. Namun, penyelesaian akar masalah tetap memerlukan komitmen kuat dari pihak keluarga.
"Memang masalah kenakalan remaja itu banyak hal, terutama kultur, budaya masyarakat, khususnya orang tua. Untuk itu kami imbau paling tidak orang tua bisa ikut mengontrol perilaku anak-anak mereka," kata Jati pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dari pantauan redaksi, maraknya aksi kenakalan remaja cenderung meningkat pada waktu malam hingga dini hari akibat minimnya pembatasan jam malam bagi anak di luar rumah. Selain itu, pesatnya akses teknologi informasi turut mempermudah remaja dalam meniru konten-konten negatif.
Menurut Jati, upaya membentengi generasi muda memerlukan sinergi menyeluruh antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pihaknya juga memberikan dukungan penuh terhadap program Polres Bantul bertajuk "Gerakan Orang Tua Memanggil", yang meminta orang tua memastikan anak sudah di rumah sebelum pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Satpol PP Bantul kini gencar meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan guna membubarkan kerumunan pemuda. "Jangan sampai percaya sepenuhnya kepada anak-anak. Kalau jam 10 malam belum pulang, itu harus betul-betul dikontrol ke mana, dengan siapa, itu orang tua harus tahu," pungkasnya.