Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah mengamankan Bupati Langkat, Syah Afandin yang akrab disapa Ondim, di kediaman pribadinya yang berlokasi di Jalan Setia Jadi, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Informasi ini sekaligus meluruskan kabar yang sempat beredar sebelumnya bahwa sang kepala daerah ditangkap saat menghadiri agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Lubukpakam, Deli Serdang.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindakan hukum yang dilakukan oleh lembaga antirasuah ini merupakan langkah pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) di wilayah Sumatera Utara. Dari pantauan redaksi, operasi senyap yang digelar secara maraton di Binjai, Medan, dan Deli Serdang tersebut total telah mengamankan sedikitnya tujuh orang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Menurut kesaksian salah seorang warga sekitar bernama Kuncoro, aktivitas Bupati Langkat pada Kamis pagi sebelum penangkapan sebenarnya masih terlihat berjalan normal tanpa ada kejanggalan. "Terakhir kali lihat itu Kamis pagi sekitar jam delapan lewat. Kebetulan saya lagi sarapan di warung depan rumahnya, saya lihat Pak Ondim keluar dari gerbang naik mobil dinas seperti biasa," ujar Kuncoro mengenang momen tersebut.
Kendati demikian, kedatangan tim penyidik KPK ke rumah pribadi Ondim pada hari yang sama berlangsung sangat tertutup, sehingga hampir seluruh tetangga tidak menyadari adanya aktivitas penegakan hukum di sana. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi, kawasan pemukiman tersebut memang cenderung tenang dan bebas dari kerumunan massa saat petugas melakukan penjemputan.
Tetangga Ondim, Suryani (51), juga membenarkan bahwa suasana di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kegaduhan pada Kamis malam. "Sama sekali tidak ada lihat ada ramai-ramai semalam, kondisinya biasa-biasa saja di depan rumah itu. Tidak ada nampak petugas KPK, karena di sini kan sebagian ada yang pergi kerja dan ada yang di dalam rumah saja," tutur Suryani saat memberikan keterangan pada Jumat, 3 Juli 2026.
Senada dengan Suryani, Kuncoro mengaku terkejut dan baru mengetahui kabar mengenai penangkapan tetangganya tersebut melalui pemberitaan di media massa serta media sosial pada keesokan paginya. "Baru tahu tadi pagi sekitar jam 06.00 WIB pas bangun tidur. Waktu buka-buka berita dari HP, saya lihat foto ini kan Bapak Ondim, tertangkap dia," pungkas Kuncoro yang mengaku tidak melihat hal mencurigakan sebelumnya.