Bintang acara realitas "Love Island USA", Kenny Rodriguez, akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi pesan teks rasis yang mencuat setelah perpisahannya dengan sang mantan kekasih, JaNa Craig.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam wawancara terbaru di "The Journey Podcast", jebolan Musim ke-6 tersebut membenarkan bahwa pesan yang beredar berasal dari percakapan pribadinya dengan seorang teman setelah hubungan asmaranya kandas. Kenny menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas apa yang ditulisnya, namun membantah tuduhan rasisme tersebut.
Kenny mengklaim pesan itu dikirimkan saat dirinya meluapkan kekesalan akibat perlakuan kurang menyenangkan selama menjalin hubungan. "Saya pernah berkencan dengan wanita berkulit hitam sebelumnya. Saya memiliki garis keturunan kulit hitam, saya orang Dominika, dan separuh keluarga saya berkulit gelap. Tidak pernah ada masalah dengan ras. Masalahnya adalah bagaimana cara Anda memperlakukan saya," ujar Kenny Rodriguez.
Ia mengaku menggeneralisasi dalam pesan singkat tersebut dan menyesali perkataannya. Kenny menyadari bahwa ucapannya bisa melukai perasaan banyak orang dan menegaskan hal itu tidak mencerminkan kepribadian aslinya.
Di sisi lain, JaNa Craig merespons pernyataan tersebut melalui Unggahan di Instagram Story. JaNa mengklaim bahwa Kenny sempat mengiriminya surat somasi (cease and desist), lalu menantang sang mantan untuk memberinya izin mengunggah seluruh isi pesan teks agar publik bisa menilai sendiri.
Pasangan yang bertemu di ajang Love Island ini diketahui telah resmi berpisah sejak Juli 2025. Ini menjadi kali pertama bagi Kenny Rodriguez memberikan penjelasan terbuka terkait polemik pesan pribadi yang menyeret namanya tersebut.