Bukan cuma manusia, kini kecerdasan buatan (AI) pun ikut menilai kampus mana yang paling berpengaruh di ruang publik. Hasilnya, sebuah daftar 10 universitas di Jakarta yang dianggap paling banyak menyumbang pemikiran bagi masyarakat luas kini terungkap, dan urutannya cukup mengejutkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Selama ini, pemeringkatan kampus di Indonesia lebih banyak bertumpu pada indikator akademik konvensional seperti tata kelola, jumlah guru besar, kelengkapan fasilitas, produktivitas riset, hingga publikasi ilmiah. Ukuran semacam itu memang penting untuk mendorong kampus terus meningkatkan kualitas dan kontribusinya bagi masyarakat.
Namun, ada satu sisi yang selama ini jarang terekam, yaitu seberapa besar dampak nyata sebuah universitas terhadap diskursus publik, kesadaran masyarakat, dan keterlibatan akademisinya dalam menyumbang pemikiran untuk kebijakan. Di titik inilah AI dicoba sebagai pendekatan baru untuk memetakan kampus yang paling aktif "bersuara" di ruang publik.
Penilaian unik ini bermula dari satu pertanyaan sederhana yang diajukan kepada ChatGPT mengenai kampus mana saja di Jakarta yang paling banyak memberi sumbangan pemikiran bagi publik dan masyarakat. Jawaban yang muncul kemudian disusun berdasarkan reputasi akademik, intensitas dosennya tampil di media, aktivitas lembaga kajian (think tank), serta pengaruh terhadap kebijakan publik. Perlu digarisbawahi bahwa hasil ini bukanlah pemeringkatan resmi resmi dari lembaga pendidikan.
Dalam daftar tersebut, nama Universitas Paramadina muncul cukup menonjol. Kampus ini dinilai sangat kuat dalam kajian demokrasi, politik, filsafat, dan ekonomi, sekaligus memiliki banyak akademisi yang rutin tampil sebagai narasumber media dan penggagas diskusi kebangsaan.
Jika dilihat khusus dari sisi pengaruh terhadap kebijakan publik nasional, AI menyaring lima kampus yang paling menonjol di Jakarta. Kelima kampus tersebut adalah Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Paramadina, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan Universitas Trisakti.
Lima kampus yang sama ini juga muncul sebagai yang paling sering hadir dalam diskusi ekonomi, politik, hukum, demokrasi, dan kebijakan publik, baik di media massa maupun forum-forum diskusi terbuka. Pola ini menegaskan bahwa pengaruh sebuah universitas tidak melulu soal peringkat akademik semata, melainkan juga soal seberapa aktif akademisinya turun tangan dalam percakapan publik sehari-hari.