Di Monchy's, sebuah kedai taco populer di bagian timur Houston, Texas, Lucinea Canyfer Vazquez sibuk melayani pelanggan. Kedai keluarga ini sangat dikenal dengan menu andalan seperti barbacoa, steak fajitas, hingga picadillo atau daging sapi cincang yang menjadi makanan pokok tradisional Meksiko di Texas. Namun, belakangan ini bisnis mereka menghadapi tantangan berat akibat lonjakan harga daging sapi di pasar Amerika Serikat.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Harga daging sapi terus merangkak naik seiring dengan jumlah populasi sapi di AS yang menyentuh level terendah dalam beberapa dekade terakhir. Vazquez, yang bertanggung jawab atas pembelian bahan baku di Monchy's, merasakan langsung dampak kenaikan tersebut. Ia mencatat harga daging sapi melonjak sekitar 2 dolar AS per pon dibanding tahun lalu. Kondisi ini memaksa kedai menaikkan harga menu promo mingguan Taco Tuesday dari 1.00 dolar AS menjadi 1.50 dolar AS per porsi.
"Keputusan itu sangat berat bagi saya, tetapi kami terpaksa melakukannya," ujar Vazquez dengan nada sedih. Berdasarkan data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), harga daging sapi grosir naik hampir 16 persen pada Mei tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. USDA juga memproyeksikan harga komoditas ini akan terus meningkat lebih dari 9 persen sepanjang tahun 2026.
Para pengusaha taco di seluruh Texas menyebut lonjakan harga daging ini sebagai pukulan terbaru setelah sebelumnya mereka dihantam kenaikan biaya bahan bakar dan inflasi yang terus bertahan tinggi. Juru bicara Texas Restaurant Association, Kelsey Erickson Streufert, menyebutkan bahwa mengimbangi biaya produksi yang tinggi sangatlah sulit bagi bisnis kuliner kecil yang sangat bergantung pada penjualan harian untuk tetap bertahan.
Tantangan lebih berat dirasakan oleh para pemilik truk makanan (food truck). Mando Rayo, pembawa acara podcast Tacos of Texas, menjelaskan bahwa truk makanan tidak memiliki kemampuan untuk membeli bahan baku dalam jumlah besar (grosir) seperti restoran waralaba atau restoran fisik pada umumnya. Selain itu, mereka juga sangat enggan menaikkan harga karena khawatir akan kehilangan pelanggan setia di lingkungan sekitar mereka.
Alonzo Peraza, pemuda berusia 26 tahun yang mengelola food truck Trap Tacos, memilih taktik lain. Demi menekan biaya operasional tanpa menaikkan harga menu, ia rela berburu bahan baku ke berbagai pemasok makanan yang berbeda. Langkah ini ia ambil demi menjaga loyalitas pelanggan yang menyukai cita rasa daging sapi buatannya. "Orang-orang datang ke sini demi rasa dan kualitas dagingnya. Saya tidak ingin mengubah hal itu," kata pria asal Honduras tersebut.
Kembali di Monchy's, Vazquez mengamati adanya perubahan perilaku konsumen akibat kenaikan harga ini. Beberapa pelanggan mulai beralih ke pilihan menu yang lebih murah seperti daging ayam atau babi. Meski demikian, sebagian pencinta kuliner tegar tetap memilih menu daging sapi favorit mereka. "Kalau harganya naik, ya mau bagaimana lagi. Hidup hanya sekali, jadi nikmati saja makanannya," pungkas Jessey Rojas, salah satu pelanggan setia kedai tersebut.