Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah kepulauan dan perbatasan. Hal ini dilakukan agar pemerataan kesejahteraan bisa segera dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah terluar.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah konkret tersebut ditandai dengan pembukaan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Rumah Dinas Bupati Kepulauan Talaud pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menyinergikan jajaran TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, akademisi dari Universitas Sam Ratulangi, hingga masyarakat setempat.
Menurut Yulius, program ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk menggenjot pembangunan fisik maupun nonfisik di daerah terdepan Indonesia. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kodam XIII/Merdeka dan Korem 131/Santiago yang telah menginisiasi gerakan ini di Kepulauan Talaud dan Sangihe.
Yulius menyampaikan bahwa pembangunan di wilayah perbatasan tidak boleh ditunda demi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang layak serta infrastruktur yang memadai.
"Sinergi ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat di beranda terdepan NKRI," ujar Yulius dalam sambutannya.
Sebagai wilayah perbatasan strategis, Talaud dan Sangihe memiliki potensi kelautan, perikanan, serta pariwisata yang melimpah. Melalui program Karya Bakti ini, berbagai proyek infrastruktur seperti jembatan, sumur bor, jalan produksi, rehabilitasi sekolah dan rumah ibadah, hingga pembangkit listrik mikrohidro akan segera dibangun.
Tidak hanya pembangunan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan bakti sosial, pembagian sembako, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.