Kritik tajam menerpa Timnas Argentina menyusul kekalahan 0-1 dari Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026. Skuad Albiceleste dituduh memperagakan permainan kasar hingga minim sportivitas, yang kian memperkuat cap mereka sebagai antagonis sepanjang turnamen berlangsung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Selain gaya bermain di lapangan, tuduhan rasisme dari pendukung Argentina juga mengemuka. Aktor kenamaan Hollywood, Samuel L Jackson, bahkan menyuarakan kritik pedas melalui media sosial dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendukung negara South America tersebut.
Meski diterpa gelombang kecaman global, publik Argentina memberikan pembelaan. Mereka menilai kritik tersebut lahir dari ketidakpahaman masyarakat luar terhadap budaya dan passion tinggi sepak bola di negaranya.
"Saya pikir kita pantas mendapatkan apresiasi karena tidak terlalu disukai akibat kecenderungan dianggap arogan. Padahal, orang-orang sering kali menyamakan antara sikap arogan dengan rasa bangga," ujar Leo Simone, seorang pengacara asal Buenos Aires.
Laga puncak Piala Dunia 2026 memang dipenuhi pelanggaran keras serta keributan antarpemain. Sorotan tajam juga mengemuka saat para pemain Argentina membelakangi panggung sewaktu Spanyol menerima trofi juara. Sejumlah tokoh sepak bola dunia, termasuk Thomas Hitzlsperger dan Piers Morgan, mengecam tindakan tersebut.
Jurnalis olahraga Ezequiel Fernandez Moores mengakui beberapa kritik memang beralasan, terutama aksi membelakangi panggung penyerahan piala. Namun, ia menilai kode provokasi dan ejekan khas sepak bola lokal Argentina sering kali gagal dipahami oleh audiens global.
Mengenai gaya bermain yang dianggap terlalu kasar, Simone menegaskan bahwa ketegangan di lapangan adalah hal lumrah. "Argentina adalah tim yang bertarung keras, sama seperti hampir semua tim sepak bola Amerika Selatan. Ini sepak bola, jika Anda tidak suka kontak fisik, lebih baik main bola voli," pungkasnya.