Serial misteri terbaru Netflix yang diadaptasi dari novel Harlan Coben, "I Will Find You", sukses mencuri perhatian penonton global. Di balik visualnya yang mencekam dan penuh teka-teki, ada peran besar sinematografer Boris Mojsovski yang bertugas menyusun atmosfer cerita sejak dua episode pertama.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Mojsovski, yang sebelumnya menggarap "The Abandons" dan "12 Monkeys", harus memutar otak untuk menggambarkan berbagai latar tempat mulai dari penjara, Boston, hingga New York City. Ia dituntut membuat visual misteri yang memikat sekaligus intim dengan penonton sejak awal cerita dimulai.
Dalam wawancara eksklusif, Mojsovski mengungkapkan trik kamera unik yang ia gunakan untuk mendekatkan penonton dengan karakter utama. "Kami menggunakan lensa sangat lebar untuk pengambilan gambar jarak dekat (close-up) dan lensa panjang untuk memperlihatkan lingkungan sekitarnya. Hal ini memberikan kontribusi agar penonton merasa lebih dekat dengan karakter," ujarnya.
Sebagian besar adegan awal memperlihatkan karakter David di dalam penjara. Mojsovski menggunakan lokasi asli di Kingston, Ontario, yang kini menjadi museum. Penjara tua yang keras itu memberikan realitas yang kuat, namun tim produksi harus membangun replika sel di studio karena ukuran sel asli yang terlalu sempit untuk proses syuting.
Pencahayaan di dalam sel menjadi salah satu perdebatan besar di awal produksi. Mojsovski berjuang keras untuk menambahkan elemen jendela berdebu di dalam sel David. Jendela tersebut memantulkan cahaya yang krusial untuk membangun suasana hati, variasi visual, sekaligus memberikan sedikit nuansa harapan di tengah keraguan karakter.
Untuk menjaga konsistensi visual, Mojsovski selalu membuat sebuah panduan yang ia sebut sebagai "visual manifesto". Dokumen ini menjadi cetak biru yang menguraikan teknik kamera, alasan pemilihan sudut pandang tertentu, hingga bagaimana lingkungan sekitar berinteraksi dengan karakter untuk menyampaikan emosi yang tepat kepada penonton.
Mojsovski juga membagikan pengalamannya mengarahkan aktor senior Clancy Brown yang berperan sebagai gangster. Menurutnya, Brown adalah aktor luar biasa yang tahu cara memainkan detail kecil seperti mengambil napas dan menjeda kalimat, sehingga tim kamera hanya perlu menggunakan sudut pengambilan gambar yang sederhana untuk memancarkan aura ancamannya.
Proses syuting film misteri dinilai penuh dengan penyesuaian di lapangan karena ketegangan harus dibangun dengan sangat hati-hati melalui sudut kamera dan pencahayaan. "Kami memprediksi banyak hal dan kami siap untuk menyesuaikan diri. Persiapan yang baik adalah siap untuk menyesuaikan diri dan siap untuk dikejutkan," pungkas Mojsovski.