Inggris menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan senyuman. Setelah gagal melangkah ke babak final akibat kekalahan dramatis dari Argentina di semifinal, The Three Lions bangkit untuk menaklukkan Prancis dengan skor ketat 6-4 pada laga perebutan peringkat ketiga di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu 19 Juli 2026 pagi WIB.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebaliknya, hasil minor ini menjadi penutup yang sangat pahit bagi Didier Deschamps. Pelatih berusia 57 tahun tersebut resmi menyudahi masa baktinya bersama Les Bleus, setelah sebelumnya sukses membawa Prancis memasuki era paling konsisten dalam sejarah sepak bola modern mereka.
Bermain tanpa penyerang utama Harry Kane yang duduk di bangku cadangan, Inggris tampil lebih termotivasi sejak menit awal. Pasukan Thomas Tuchel berturut-turut mencetak gol melalui Declan Rice pada menit ke-3, Ezri Konsa menit ke-18, hattrick gemilang Bukayo Saka pada menit ke-37, 45+1, dan penalti menit ke-87, serta ditutup aksi Jude Bellingham pada menit ke-90+8.
Prancis sendiri bukan tanpa perlawanan. Mereka sempat memberikan tekanan hebat di babak kedua dan membalas empat gol yang masing-masing dicetak oleh Kylian Mbappe pada menit ke-48 dan 66, Bradley Barcola menit ke-54, serta Ousmane Dembele menit ke-90+6.
Bagi Inggris, kemenangan ini bukan sekadar menghadirkan medali perunggu ke lemari trofi mereka. Hasil ini menjadi simbol lahirnya energi baru di bawah komando pelatih Thomas Tuchel. Maklum saja, kekalahan menyakitkan dari Argentina di babak semifinal sempat meninggalkan luka mendalam bagi skuad Tiga Singa.
Tuchel pun memuji habis karakter anak asuhnya yang dinilai luar biasa karena mampu bangkit hanya beberapa hari setelah kekalahan menyakitkan itu. "Kami bermain brilian di babak pertama dan sebuah turbulensi terjadi di babak kedua. Anda dapat melihat bagaimana para pemain tetap tampil maksimal meski kami begitu lelah sejak pekan lalu," ujar Tuchel seusai pertandingan.
Di kubu seberang, kekalahan ini menjadi akhir yang menyakitkan bagi Didier Deschamps. Padahal sejak awal turnamen, Prancis tampil sebagai favorit utama dengan kedalaman skuad luar biasa yang dihuni pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, Eduardo Camavinga, hingga William Saliba.
Deschamps tidak mencari kambing hitam atas hasil negatif ini. Ia mengakui keputusan taktik yang diambilnya pada babak pertama tidak berjalan sesuai rencana. "Ini kesalahan saya. Saya pasti tidak melakukan apa yang dibutuhkan di babak pertama. Setidaknya kami mampu menunjukkan reaksi setelah itu, tetapi kekalahan ini tetap menyakitkan," kata Deschamps.
Laga sengit melawan Inggris sekaligus menjadi pengabdian terakhir Deschamps bersama Timnas Prancis setelah 14 tahun membangun era emas. Posisinya kini dipastikan bakal digantikan oleh legenda sepak bola Prancis lainnya, Zinedine Zidane, yang siap memimpin Les Bleus menuju era baru.